Loading...    
           

Uang Milik 69 Nasabah BNI 46 Dikuras dari Rekening Secara Misterius, Ketahuan Lewat SMS Banking

Uang Milik 69 Nasabah BNI 46 Dikuras dari Rekening Secara Misterius, Ketahuan Lewat SMS Banking
Teller memberikan bunga mawar dan souvenir kepada nasabah di Kantor Cabang BNI Tebet, Jakarta (5/7). Kegiatan dalam rangka HUT ke-72 BNI. (liputan6.com)
Sabtu, 14 September 2019 12:04 WIB
KUPANG - Uang milik 69 nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Kupang berkurang dari rekening secara misterius. Para nasabah itu baru menyadarinya setelah mendapat notifikasi melalui SMS Banking BNI pada kurun waktu Rabu (12/9/2019) malam hingga Kamis (13/9/2019) pagi.

Dikutip dari liputan6.com, Pemimpin Cabang BNI 46 Kupang I Gede Wirata mengakui bahwa para nasabah yang mengalami kondisi tersebut telah mengadukannya ke manajemen BNI 46 Cabang Kupang sejak Kamis pagi.

Gede mengatakan, setelah pengaduan nasabah, pihaknya bekerja cepat dalam koordinasi dengan kantor pusat BNI 46 di Jakarta untuk melakukan investigasi internal terhadap kondisi tersebut.

Dari investigasi tim kantor pusat, menyatakan bahwa terkurasnya uang nasabah diduga terjadi akibat kejahatan skimming yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Gede mengakui, kejahatan seperti ini baru pertama kali terjadi di lingkungan BNI Cabang Kupang.

Gede menjelaskan, kepada nasabah yang mengalami kehilangan uang dari rekening yang terindikasi akibat skimming, pihaknya langsung menangani dan mengembalikan ke rekening sesuai jumlah yang hilang itu.

''Sampai malam kita kembalikan uang nasabah yang terkena dampak itu, sebanyak 69 nasabah sudah kita kembalikan uangnya,'' ujar Gede, Sabtu (14/9/2019).

Nasabah tersebut, katanya merupakan nasabah dari BNI Cabang Kupang yang melakukan komplain.

Sudah Dikembalikan

Sementara itu, Kepala Operasional BNI 46 Cabang Kupang Rumiris Evy Silvia menambahkan, pengembalian uang tersebut telah dilakukan pada Kamis.

''Uang milik nasabah yang hilang dari rekening itu jumlahnya bervariasi, dari paling rendah Rp 400 ribu hingga yang paling tinggi Rp21 juta,'' kata Riris.

Ia mengatakan pihaknya berupaya untuk menyelesaikan persoalan ini secepat mungkin agar nasabah tidak dirugikan dalam kasus ini. Pada Jumat, diakuinya, masih ada beberapa nasabah yang melakukan komplain ke kantor.

''Setelah kita tahu, kita langsung menonaktifkan pin dari nasabah. Nasabah dapat melakukan penggantian pin melalui sms Banking atau bisa langsung datang ke kantor,'' katanya.

Pemimpin Cabang BNI 46 Kupang I Gede Wirata mengaku telah mengembalikan uang nasabah yang hilang. Total ada 69 uang nasabah lebih yang dikembalikan. Total dana yang kembalikan senilai Rp470 juta lebih.

Dia mengatakan, pihaknya sudah mendeteksi para pelakunya, mereka berasal dari Eropa Timur, tersebar di Polandia, Bulgaria dan Rusia. Mereka ini diduga mempunyai jaringan sampai ke Kupang.

Dia menjelaskan, pelaku ini bergerak dengan memasang sebuah alat kecil bernama spycam. Alat ini sejenis karet kecil yang ditempel di dinding ATM. Alat ini berfungsi merekam data nasabah.

Alat ini, kata dia, sudah terkoneksi dengan jaringan yang mereka pasang tersebut. Setelah merekam data nasabah, mereka kemudian memasukan data itu ke kartu yang kosong telah disiapkan. Mereka selanjutnya melakukan penarikan.

''Jadi data ini bisa merekam data mereka, merekam data pin nasabah yang dimasukan dalam ATM tadi, alat yang mereka pasang ini terkoneksi dengan laptop. Jadi kemungkinan mereka memantaunya dari jarak dekat,'' ujarnya.

Untuk mencegah kasus ini terulang, pihak BNI sendiri telah memblokir 2.500 an kartu ATM milik nasabah. Setelah aman, barulah nasabah ini melakukan pengurusan ulang di kantor masing-masing.

''Para pelaku saat ini masih dilakukan investigasi. Untuk kasus ini, kami masih berkoordinasi dengan pimpinan pusat,'' tandasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

Loading...
GoSumbar.com Pohon Ini Tahan Api, BNPB Silakan Gubernur dan Bupati Ambil Bibit untuk Ditanam di Daerah Rawan Karhutla
GoSumbar.com Dijanjikan Dinikahi Jika Hamil, Siswi SMP Dicabuli Remaja Baru Dikenalnya di FB, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
GoSumbar.com Kapolda Papua Sebut Penikaman Pekerja di Wamena Ada Hubungannya dengan Kerusuhan 23 September
GoSumbar.com Kajian Ustaz Abdul Somad di UII Dihadiri 7.000 Jamaah, Rektor: Luar Biasa, Alhamdulillah
GoSumbar.com Berdalih Beri Pelajaran Seks, Ayah Perkosa Putrinya Selama 20 Tahun Hingga Lahirkan 6 Anak yang Juga Dicabulinya
GoSumbar.com Ambon dan Seram Disebut Bakal Lenyap Terseret ke Palung Laut Sedalam 7 Kilometer, Begini Penjelasan BNPB
GoSumbar.com Ditembak Saat Shalat, 15 Muslim Tewas dalam Masjid
GoSumbar.com Digauli Ayah Tiri, Gadis 16 Tahun di Ciputat 2 Kali Hamil dan Melahirkan, Terungkap Saat Melamar Kerja
GoSumbar.com Kenal Lewat FB, Remaja Ini Cabuli 4 Gadis, Satu Korban Siswi Kelas II SMP
GoSumbar.com Ditikam Orang Tak Dikenal Sepulang Bekerja, Pria Asal Sulsel Tewas di Wamena
GoSumbar.com Topan Hagibis Bisa Sebabkan Gelombang 4 Meter di Peraian Indonesia
GoSumbar.com Dicopot Sebagai Dandim Kendari Gara-gara Unggahan Istri, Kolonel Hendi: Saya dan Keluarga Ikhlas
GoSumbar.com Pelaku Kekerasan Segera Disimpulkan Radikal, Din: Umat Islam Sudah Bosan dengan Pendekatan Seperti Itu
GoSumbar.com Ini Komentar Istrinya Terkait Wiranto di Facebook yang Sebabkan Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan
GoSumbar.com Nurul Ghufron Batal Jadi Pimpinan KPK Bila UU Hasil Revisi Diberlakukan
GoSumbar.com Berkali-kali Tersungkur di Makam Akbar, Ibunda Remaja Korban Demo Ricuh: Allahu Akbar, Anak Saya Disiksa
GoSumbar.com Penusuk Wiranto Dikenal Cerdas, Lulusan Fakultas Hukum Universitas Ternama yang Rumahnya Digusur Bangun Jalan Tol
GoSumbar.com BNN Tangkap Sipir Lapas dan Istri Serta Amankan 20,5 Kg Sabu Asal Malaysia
wwwwww