Ini yang Dilakukan FPP UNP untuk Masyarakat Kawasan Ikan Sakti Sungai Janiah Baso

Ini yang Dilakukan FPP UNP untuk Masyarakat Kawasan Ikan Sakti Sungai Janiah Baso
Foto- foto kegiatan pelatihan oleh FPP - UNP di Kawasan Ikan Sakti Sungai Janiah, Kenagarian Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. ( doc HP)
Rabu, 14 Agustus 2019 14:44 WIB
Penulis: KIM Chaniago
AGAM - Upaya nyata kembali dilakukan oleh Fakultas Pariwisata Perhotelan Universitas Negeri Padang (FPP - UNP) kepada warga Kenagarian Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Warga setempat diberikan pelatihan penerapan inovasi khas daerah kunjungan wisata. Kelompok UKM kuliner daerah ini mendapatkan pelatihan penerapan inovasi olahan cabe dan kacang tanah sebagai oleh-oleh khas objek wisata Ikan Sakti Sungai Janiah.

Pelatihan ini menghadirkan instruktur ahli makanan olahan dari Universitas Negeri Padang yaitu Chef Heru Pramudia, MSc. Para peserta UKM yang mayoritas adalah ibu- ibu warga setempat, terlihat sangat antusias, dengan tekun belajar mengolah makanan khas nagari setempat yaitu inovasi pembuatan Sambalado Tarubuak dan inovasi Kipang Kacang sebagai oleh-oleh wisata andalan yang terkenal dri daerah itu.

"Mereka betul-betul merasakan manfaat pelatihan yang diselenggarakan oleh Program Pengabdian Kepada Masyarakat FPP UNP ini. Inovasi sambalado berupa pengemasan sambalado dengan variasi Sambalado Tarubuak Merah dan Sambalado Tarubuak Hijau serta menambahkan komposisi cabe rawit sehingga rasa pedasnya lebih berasa sesuai selera pasar, ucap Ketua pengabdian masyarakat FPP UNP, Prof.Anni Faridah.

Agenda pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian UNP terhadap pengembangan kawasan wisata dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Agenda pelatihan ini dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan selama tiga tahun ke depan, ungkapnya.

"Kita juga memberikan materi dalam upaya peningkatan kualitas produk mulai dari pelatihan higiene dan sanitasi produksi, pengetahuan bahan tambahan pangan (BTP), pengemasan persyaratan dan proses pengurusan PIRT, serta menajemen dan pemasaran produk olahan cabe dan kacang" katanya disela-sela pelatihan di Area Objek Wisata Ikan Sakti Sungai Janiah.

Diharapkan upaya yang dilakukan ini memberikan manfaat kedepan dan UKM Kuliner bisa menyediakan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang wisatawan. Dengan Pelatihan ini menjadikan UKM Kuliner berlatih mandiri dan tidak tergantung kaum laki-laki. Perempuan harus bisa berinovasi, mandiri dan bisa ikut meningkatkan ekonomi keluarga mereka masing- masing, pungkasnya.

Editor:Jontra
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww