Loading...    
           
TMMD ke - 99 TA 2017

Dibayangi Harimau Sumatera, Pembukaan Jalan di Jorong Sitingkai Palupuh Agam oleh TNI dan Rakyat Tetap Berjalan Sesuai Rencana

Dibayangi Harimau Sumatera, Pembukaan Jalan di Jorong Sitingkai Palupuh Agam oleh TNI dan Rakyat Tetap Berjalan Sesuai Rencana
Penutupan TMMD ke 99 tahun 2017 oleh Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari disaksikan oleh Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan dan Dandim 0304 Agam, Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara di Sitingkai, Palupuh, Rabu 2 Agustus 2017.
Rabu, 16 Agustus 2017 15:18 WIB
Penulis: jontra
AGAM - Kondisi seluruh wilayah pinggiran di Indonesia saat ini tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi yang lebih utama adalah pembangunan sumber daya manusia (sdm) yang mumpuni warga perbatasan itu sendiri. Masyarakat yang menghuni daerah pinggiran tersebut harus diberdayakan serta perlu diberikan kemampuan untuk memiliki faktor produksi untuk menunjang kehidupan mereka, diantara kegiatan produksi itu seperti berkebun, bersawah, beternak dan lain-lainnya yang dapat menopang kehidupan mereka, sarana prasarana akses jalan yang baik merupakan faktor penentu bagi kelancaran perhubungan mereka. Begitupun dengan pelaksanaan kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 99 yang dilaksanakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Korem 032 Wirabraja Sumbar di Jorong Sitingkai, Kecamatan Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Pembukaan jalan baru yang menjadi penghubung antar daerah di kawasan hutan yang masih alami ini juga dibayang- bayangi oleh kehadiran satwa langka Harimau Sumatera. Hal itu terbukti dengan ditemukannya banyak jejak Harimau di sekitar lokasi pembukaan jalan baru dalam kegiatan TMMD.

Namun, hal itu tidak mengendorkan semangat TNI dan masyarakat untuk bekerja siang dan malam, demi terbukanya akses jalan untuk menghubungkan dua daerah yakni Sitingkai dan Paraman yang selama sekian tahun tidak bisa ditempuh oleh kendaraan, karena masih belum adanya akses jalan yang layak untuk digunakan.

Adapun tema TMMD ke - 99 tahun ini adalah 'Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan di Daerah, Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dalam Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI'. Pelaksanaan TMMD ke - 99 dilaksanakan selama 30 hari, yang dimulai 4 Juli hingga 2 Agustus 2017. Sedangkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan TMMD TA 2017 Sumbar kali ini adalah Kodim 0304 Agam.

Bupati Agam Indra Catri saat penyelenggaraan pembukaan TMMD juga menyampaikan, Koto Rantang yang merupakan daerah basis perjuangan kemerdekaan, begitu banyak sumbangsih masyarakat daerah dalam perjuangan mempertahan kemerdekaan. Sayang, daerah ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Sumbar, ucap sang bupati.

"Dengan TMMD ke - 99 di Koto Rantang, Bupati Agam berharap dapat memberikan kemajuan, baik dalam bentuk pembangunan fisik maupun pembangunan non-fisik masyarakat. Apalagi, dengan terbukanya sarana prasarana jalan baru yang menjadi penghubung antar daerah, tentu segala hal yang berkaitan dengan masalah keterisoliran akan segera dapat teratasi, "ujarnya.

Saat ini, menurut Indra Catri kegiatan TMMD di Sitingkai akan melakukan kegiatan pembukaan jalan sepanjangan 7 kilometer dengan lebar 6 meter dari Koto Rantang, Palupuh menuju Paraman, Palembayan. Kemudian juga kegiatan non-fisik untuk mengerakkan semangat dan wawasan masyarakat terhadap makna dan nilai-nilai kebangsaan, jelasnya.

Program TMMD yang bergulir memberikan harapan bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Program ini dilaksanakan oleh TNI bersama Kementerian/Lembaga non Kementerian, Pemerintah daerah (Pemda) dan komponen masyarakat lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan secara bersinergis dan terintegrasi sebagai upaya dalam meningkatkan kegiatan pembangunan di daerah guna mewujudkan kehidupan sosial kemasyarakatan yang lebih baik dan mandiri, tambah Indra Catri.

Sasaran kegiatan TMMD ini diutamakan pada daerah-daerah yang tergolong daerah miskin/tertinggal, daerah terisolir/terpencil, daerah perbatasan/pulau-pulau kecil terluar dan daerah kumuh perkotaan serta daerah-daerah lain yang terkena akibat bencana agar memiliki ketahanan wilayah yang tangguh dalam menghadapi berbagai permasalahan di lingkungan mereka masing-masing, lanjut Bupati.

Dikatakan juga oleh Indra Catri, semua pihak hendaknya merasa pembangunan daerah perbatasan adalah kewajiban yang harus direalisasikan bersama. Pihak Pemda dari Kabupaten Agam juga terus merencanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat, melalui survei, studi kelayakan dalam sebelum melaksanakan pembangunan. Prioritas apa yang harus didahulukan dan hendaknya harus sinkron antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat termasuk pemecahan dan jalan keluarnya. Tanpa adanya kerjasama yang harmonis, tidak mungkin akan tercipta kesinambungan antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan masalah daerah, terutama daerah pinggiran, cetusnya.

Karena, lanjut Indra Catri daerah perbatasan dan pinggiran merupakan wilayah yang sangat rentan dengan berbagai permasalahan sosial terutama yang berkaitan dengan kegiatan pertahanan dan keamanan daerah tersebut, ungkapnya.

Teror Harimau di Lokasi TMMD

Berpindahnya Harimau Sumatera dari kawasan Tilatang Kamang, Agam ke dekat lokasi TMMD di Sitingkai, Koto Rantang, Palupuah, Agam tak ayal sempat membuat TNI dan warga setempat yang tengah bekerja membuka jalan cukup merasa khawatir. Pasalnya, di kawasan Tilatang Kamang banyak warga yang melaporkan bahwa ternak mereka sudah dimangsa oleh sang Harimau.

Pasukan TNI yang berasal dari Kodim 0304 Agam dibawah komando Dandim 0304 Agam, Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara terus berkoordinasi dengan pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar terkait dengan ditemukannya banyak jejak kaki harimau di kawasan dekat lokasi pengerjaan TMMD tersebut.

Sebagai upaya antisipasi, beberapa buah perangkap Harimau juga telah di pasang dekat perlintasan dan di lokasi jejak kakinya ditemukan. Namun sayang, perangkap yang telah dipasang BKSDA beberapa hari sebelumnya sama sekali tak disentuh Harimau Sumatera yang diduga kuat masih berkeliaran di sekitar hutan Palupuh yang masih alami.

Begitupun umpan yang ditaruh BKSDA Bukitinggi berupa seekor anak anjing, juga terlihat masih sehat dan segar bugar, pertanda belum disentuh oleh Harimau Sumatera tersebut.

Menurut Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan dari BKSDA Bukittinggi, AA Jusmar, kecil kemungkinan harimau peneror ternak ini bisa ditangkap pada saat ini sangat tipis.

"Kendalanya, karena di sekitar lokasi pada siang hari masih dipenuhi oleh aktifitas para peladang, belum lagi banyaknya alat berat yang digunakan untuk pembukaan jalan, sehingga bisa saja harimau itu mencari lokasi lain, yang lebih tenang dan tidak ramai dilalui warga," ungkapnya.

Dikatakan juga oleh AA Jusmar, perangkap itu akan tetap dipasang dalam periode waktu yang belum ditentukan, sebab di sana diperkirakan menjadi lokasi terakhir harimau yang terdeteksi dari jejaknya yang telah ditemukan.

Jika mengamati dari jejaknya, kita yakini ada dua ekor Harimau Sumatera yang berada di kawasan tersebut, terangnya.

Sebelumnya, pada awal Juli lalu, sebanyak 5 ekor anjing dan 1 ekor kerbau ditemukan mati akibat diterkam oleh Harimau. Bahkan, ada warga yang melaporkan melihat ada beberapa ekor Harimau Sumatera lainnya yang berkeliaran di kawasan tersebut.

Menyikapi hal itu, Dandim 0304 Agam, Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara mengatakan, pekerjaan pembangunan jalan TMMD ini tetap kita laksanakan seperti jadwal semula. Namun, saat pengerjaan malam harinya kita tidak melibatkan warga masyarakat. Tapi, anggota TNI tetap bekerja seperti biasa pada malam harinya.

Anggota TNI tetap berkoordinasi dengan BKSDA Bukittinggi untuk melakukan tindakan- tindakan dalam mengantisipasi terjadinya hal- hal yang tidak diinginkan oleh kita bersama, jelasnya.

Kami siap membantu BKSDA dan warga untuk menghadapi teror Harimau Sumatera yang dilaporkan sudah banyak memangsa ternak warga di wilayah Agam, sebutnya.

Terkait dengan progres pekerjaan pembukaan jalan baru ini, akan terus kita kebut, anggota TNI dan warga terus bergotong royong siang dan malam untuk membuka jalan baru ini. Pada malam harinya, kami menggunakan lampu Lemtera yang hemat energi sebagai sumber penerangan, tambah sang Dandim.

"Kendala cukup berat yang kami hadapi adalah jika tiba- tiba cuaca hujan deras mengguyur kawasan ini. Karena otomatis mengakibatkan jalan tanah menjadi basah dan berlumpur. Jalan becek ini tentu saja akan menyulitkan jalannya armada dalam melakukan pengiriman material seperti batu, pasir dan semen untuk pemadatan jalan ke lokasi pengerjaan,"ungkap Salim Kurniawan Dewantara.

Kami juga optimis dalam waktu yang telah ditentukan, kita bisa menuntaskan seluruh pekerjaan ini, ungkapnya.

Salah seorang warga Sitingkai, Armen (37) mengatakan pada gosumbar sangat mendukung program TMMD yang dikerjakan oleh TNI dan warga yang juga didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Agam, di areal kampung mereka ini.

Karena, hal ini akan membuka akses jalan baru dari Palupuh hingga Palembayan. Sebelum terbukanya jalan ini, kita harus berputar jauh, jika ada urusan ke Palembayan, jelasnya.

Namun, dengan terbukanya jalan ini, tentu kita akan lebih memudahkan kami untuk berinteraksi dengan warga di Palembayan di masa yang akan datang, tuturnya.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau ( LKAAM) Kabupaten Agam, Y Dt Maleka Nan Tinggi juga tutut menyampaikan apresiasinya untuk kegiatan TMMD di Sitingkai. Dia berharap kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat ini, bisa terus dilaksanakan oleh TNI secara berkala.

"Kami sangat merasakan manfaatnya, dengan terbukanya akses jalan baru dari Sitingkai Kecamatan Palupuh ke Paraman Kecamatan Palembayan diharapkan akan semakin mempererat silaturahmi antara daerah satu dengan daerah lainnya. Selain itu, sektor ekonomi juga akan menggeliat dengan lancarnya transportasi antar daerah di kawasan ini." Saya selaku mewakili warga masyarakat Agam sangat bersyukur dengan terlaksananya kegiatan ini. Semoga, TNI tetap tanpa kenal lelah berbaur dan menyatu untuk membantu masyarakat," pungkasnya.(**)

Kategori:Ragam

Loading...
wwwwww