Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai 'Angkat Bendera Putih', Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
Politik
19 jam yang lalu
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai Angkat Bendera Putih, Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
2
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
Politik
12 jam yang lalu
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
3
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
GoNews Group
16 jam yang lalu
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
4
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
Padang
12 jam yang lalu
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
5
Disdik Padang Jelaskan Persoalan Sistem Zonasi Pertimbangkan Umur
Padang
12 jam yang lalu
Disdik Padang Jelaskan Persoalan Sistem Zonasi Pertimbangkan Umur
6
Belum Capai Target, Tes Usap Massal di Payakumbuh Berlanjut
Payakumbuh
12 jam yang lalu
Belum Capai Target, Tes Usap Massal di Payakumbuh Berlanjut
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Total Rumah Dibakar di Buton 87 Unit, Pelaku Penyerangan 30 Orang

Total Rumah Dibakar di Buton 87 Unit, Pelaku Penyerangan 30 Orang
Asap membubung dari rumah-rumah warga yang dibakar massa di Desa Gunung Jaya. (kumparan.com)
Kamis, 06 Juni 2019 13:26 WIB
BUTON - Total rumah yang dibakar massa di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Selasa malam, mencapai 87 unit.

''Data sampai tadi malam ada 87 rumah. Masih amankan TKP dulu ya (belum pendataan korban dan terkait pengungsian),'' kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Golden Hart, saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (6/6).

Untuk diketahui, sebuah kerusuhan antarwarga Desa Gunung Jaya dan warga Desa Sampuabalo, berujung pada aksi pembakaran rumah warga yang membuat situasi mencekam. Massa membakar ruimah warga menggunakan bom molotov.

Peristiwa bentrokan antarwarga itu, terjadi pada Rabu (5/6) pukul 14.30 WITA. Bentrokan itu telah mengakibatkan warga Desa Sampuabalo membakar rumah warga Desa Gunung Jaya.

Menurut keterangan saksi, La Aca (35), bentrokan itu bermula Selasa (4/6) malam, pukul 20.00 WITA. Sekitar 40 pemuda Desa Sampuabalo melaksanakan konvoi dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sekitar 20 unit motor menggunakan knalpot racing dan memainkan gas motornya. Sehingga membuat warga Desa Gunung Jaya merasa terganggu dan tidak menerimanya.

''Sekitar pukul 20.45 WITA, konvoi kembali ke Desa Sampuabalo dan kembali melewati Desa Gunung Jaya. Ketika sampai di pertigaan Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, massa yang melakukan konvoi berteriak dengan Kata-kata ‘Kita serang Gunung Jaya’,'' ungkap saksi La Aca dalam keterangan polisi.

Kemudian terjadi pelemparan ke arah rumah-rumah warga Desa Gunung Jaya. Masyarakat Desa Gunung Jaya tentu saja marah. Lalu terjadi keributan antara pemuda Desa Sampuabalo dengan pemuda Desa Gunung Jaya.

Sekitar pukul 21.00 WITA, dua orang anggota Polsek Sampuabalo datang untuk melerai yang bertikai dan berhasil membubarkan. Namun, keesokkan harinya Rabu (5/6) pukul 14.30 WITA, massa dari Desa Sampuabalo datang ke Desa Gunung Jaya lalu melempar bom molotov ke rumah-rumah warga.

Selanjutnya melihat aksi tersebut warga Desa Gunung Jaya melakukan perlawanan terhadap aksi tersebut. Sekitar pukul 16.21 WITA, satu peleton Dalmas tiba di TKP dipimpin oleh Wakapolres Buton Kompol Arnaldo Von Bullow untuk mengamankan situasi.

Pelaku Penyerangan 30 Orang

Dari 40 orang yang melakukan konvoi motor dari Desa Sampuabalo, terduga pelaku penyerangan rumah warga diperkirakan berjumlah 30 orang. Namun, belum bisa dipastikan berapa jumlah orang yang membakar puluhan rumah warga Desa Gunung Jaya.

''Massa dari Desa Sampuabalo yang melakukan penyerangan ke Desa Gunung Jaya sebanyak 30 orang,'' ungkap Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Golden Hart, Kamis (6/6). ***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Ragam

Loading...
www www