Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
GoNews Group
21 jam yang lalu
Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
2
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
10 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
3
Pembobol 11 Mesin ATM Dihadiahi Timah Panas
GoNews Group
20 jam yang lalu
Pembobol 11 Mesin ATM Dihadiahi Timah Panas
4
Tenaga Medis Covid-19 di Papua Tewas Dibedil
GoNews Group
21 jam yang lalu
Tenaga Medis Covid-19 di Papua Tewas Dibedil
5
Bak 'Kuburan', Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Bak Kuburan, Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Wisatawan China Dicabuli Pemandu Jetski di Tengah Laut di Bali

Wisatawan China Dicabuli Pemandu Jetski di Tengah Laut di Bali
MT, pelaku pencabulan wisatawan China ditangkap polisi. (kumparan.com)
Jum'at, 26 April 2019 10:50 WIB
DENPASAR - Seorang wisatawan asal China berinisial SZ (20), melaporkan pemandu jetski berinisial MT (29) ke polisi. MT merupakan karyawan water sport di Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Bali.

Dikutip dari pojoksatu.id, wanita yang bertempat tinggal sementara di salah satu hotel di kawasan Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat, Bali, ini mengaku dilecehkan secara seksual oleh terlapor.

Dalam laporannya, SZ menuturkan, dugaan kasus pencabulan itu terjadi di perairan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Selasa (23/4) sekitar pukul 11.30.

Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono mengatakan, kasus itu bermula saat SZ bermain water sport jetski dipandu terlapor MT.

Aksi pencabulan yang dilakukan pria berkepala pelontos itu terjadi di atas jetski di tengah laut.

''Ya aksi itu terjadi di tengah laut, di lokasi yang sepi,'' kata AKBP Benny Pramono di Polresta Denpasar, sebagaimana dilansir Radar Bali, Jumat (26/4).

Menurut Benny, saat berada di tengah laut, pelaku mencium bibir korban. Tidak sampai di situ, pelaku juga menarik tangan korban lalu memaksanya untuk memegang kemaluan pelaku.

Korban sempat menolak, namun pelaku malah mengancam korban. Merasa dilecehkan, korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polresta Denpasar.

Kini pelaku telah ditahan di Polresta Denpasar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

''Kami langsung menangkap pelaku di hari yang sama di perairan Tanjung Benoa. Yang pasti korban mengalami trauma akibat kejadian ini,'' tandas AKBP Benny Pramono.

Akibat tindakannya itu, pelaku dikenai pasal 289 dan atau 281 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.***

Editor : hasan b
Sumber : pojoksatu.id
Kategori : Ragam

Loading...
www www