Minta Ma'ruf Amin Mundur Sebagai Capres, MUI Sorong: Untuk Hindari Dosa Lebih Besar

Minta Maruf Amin Mundur Sebagai Capres, MUI Sorong: Untuk Hindari Dosa Lebih Besar
Surat terbuka MUI Sorong kepada Ma'ruf Amin. (kumparan.com)
Rabu, 24 April 2019 17:16 WIB
SORONG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong, Papua, meminta Ma'ruf Amin mundur sebagai calon wakil presiden (Capres) nomor urut 01, agar terhindar dari dosa yang lebih besar.

Dikutip dari kumparan.com, permintaan tersebut disampaikan MUI Sorong kepada Ma'ruf melalui surat terbuka dengan nomor surat 060/A/MUI-KS/IV/1440H tertanggal 22 April 2019.

MUI Sorong menilai bahwa kubu tim pemenangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 telah melakukan kecurangan.

Sekretaris MUI Sorong, Agung Sibela, membenarkan bahwa surat tersebut memang telah dikeluarkan oleh MUI Sorong. Ia ikut menandatangangi surat tersebut bersama Ketua MUI Sorong H Abd Manan Fakaubun.

''Iya benar, surat tersebut dikeluarkan oleh MUI Sorong. Surat kita kirim untuk orang tua Pak Ma’ruf Amin, karena kita ini anak-anaknya. Intinya bahwa kita menginginkan Pemilu berjalan aman, baik, dan jujur,'' ujar Agung Sibela, ketika dikonfirmasi Rabu siang (24/4).

Pihak MUI Sorong, kata Agung, juga menginginkan agar Ma’ruf Amin mengucapkan kata-kata dan kalimat-kalimat yang menyejukkan, mengingat dirinya adalah seorang tokoh agama dan Ketua Umum MUI.

''Kita menginginkan agar beliau (Ma’ruf Amin) mengucapkan bahasa-bahasa yang menyejukkan. Mengingat KH Ma’ruf Amin merupakan salah satu tokoh agama dan Ketua MUI,'' ujarnya.

Berikut poin-poin yang tertulis dalam surat tersebut:

1. Sebagai Ulama dan Tokoh Umat,Kami mohon agar Bapak mengambil sikap atas ke Zholiman yang dibuat oleh Tim 01,dengan berbagai macam bentuk kecurangan tersebut, kalau tidak kami sangat khawatir datangnya Murka Allah bagi Rakyat Indonesia.

2. Kalaupun Bapak Jokowi bersama Bapak Kyai menang dalam perhelatan ini haruskah dengan cara-cara curang yang tidak bermartabat dan sangat bertentangan dengan syarat Islam.

3. Untuk menghindari dosa yang lebih besar maka,sebaiknya Bapak Kyai yang terhormat mengundurkan diri sebagai bentuk jiwa kesatiraan seorang muslim sejati,jangan ikut dengan orang lain karena kata Nabi SAW sebagaimana Hadist yang sering bapak sampikan bahwa ''Barang siapa yang mengikuti suatu kaum,maka dia sama dengan kaum itu.'' Kami tidak rela bila bapak akan digolongkan dengan mereka pelaku kecurangan tersebut.

4. Bila Bapak mundur tolong ajak juga TBG ,YM dan YIM, kami sayang ustaz yang mulia.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww