Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
8 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
2
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
24 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
3
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Peristiwa
9 jam yang lalu
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
4
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
GoNews Group
2 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
5
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
Politik
19 jam yang lalu
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
6
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
GoNews Group
10 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Muslimah Pertama Anggota Kongres AS Diancam Pembunuhan

Muslimah Pertama Anggota Kongres AS Diancam Pembunuhan
Anggota Kongres AS, Ilhan Omar. (republika.co.id)
Selasa, 16 April 2019 13:51 WIB
WASHINGTON - Ilhan Omar, Muslimah pertama yang menjadi anggota Kongres Amerika Serikat (AS) mendapatkan ancaman pembunuhan.

''Ini membahayakan nyawa, harus segera diakhiri,'' kata Omar, seperti dikutip dari republika.co.id yang melansir Aljazirah, Selasa (16/4). 

Ancaman pembunuhan terhadap Omar terjadi sejak Presiden AS Donald Trump menyerangnya di Twitter. Trump mengunggah video yang diedit untuk menyudutkan Omar dengan seakan-akan ia meremehkan serangan teror 11 September 2001.

Sebelumnya, Ketua House of Representative Nancy Pelosi mengatakan akan mengambil langkah untuk memastikan keselamatan anggota Kongres Omar. Pelosi juga meminta Trump untuk segera menghapus video tersebut. 

Setelah Pelosi mengeluarkan pernyataan tersebut video tersebut menghilang dari bagian atas feed Twitter Trump. Tapi Presiden AS ke-45 itu tidak menghapus ciutannya. 

Pelosi, salah satu anggota partai Demokrat yang mengkritik ciutan Trump tersebut. Banyak anggota partai Demokrat yang menuduhnya mencoba untuk memicu kekerasan terhadap politisi muslim. Baru-baru ini orang kaya asal New York itu dituduh memicu ancaman pembunuhan terhadap Omar. 

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders membela Trump dengan mengatakan sudah menjadi tugasnya sebagai presiden untuk menyoroti pernyataan Omar.

Anggota Kongres asal Minnesota itu sebelumnya dituduh anti-Semit. Sanders mengatakan Trump tidak memiliki niatan buruk dalam serangannya terhadap Omar. 

Pada Senin (15/4) lalu, Trump kembali menyerang Omar di Twitter. Ia mengatakan perempuan itu 'sudah diluar kontrol'. Ia juga mengkritik Pelosi yang membela Omar. Omar mengatakan sejak Trump menyerangnya di Twitter, ia mendapat banyak ancaman pembunuhan. 

''Kekerasan dan aksi kebencian yang dilakukan ekstremis sayap kanan dan nasionalis kulit putih di negara ini dan di seluruh dunia terus meningkat, kami tidak bisa lagi mengabaikan bahwa mereka didorong oleh orang yang menduduki jabatan tertinggi di negeri ini,'' kata Omar. 

Sebelumnya, Pelosi mengatakan ia sudah berbicara dengan pihak berwenang di Kongres. Pelosi meminta polisi di Capitol Hill untuk memastikan keamanan Omar, keluarganya dan stafnya. 

Pelosi mengatakan pihak berwenang akan terus mengawasi dan menimbang ancaman terhadap Omar. Ia juga meminta Trump untuk mencegah kekerasan terhadap Omar. 

''Kata-kata Presiden berbobot satu ton, dan retorika kebencian dan menghasutnya menciptakan bahaya nyata, presiden Trump harus menghapus video yang melecehkan dan berbahaya itu,'' kata Pelosi.  ***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Ragam

Loading...
www www