Tenggelam dan Hilang 1,5 Tahun Lalu, Nining Ditemukan Basah Kuyup dan Penuh Pasir Kemarin, Masih Pakai Baju yang Sama

Tenggelam dan Hilang 1,5 Tahun Lalu, Nining Ditemukan Basah Kuyup dan Penuh Pasir Kemarin, Masih Pakai Baju yang Sama
Nining ditemukan di pantai setelah 1,5 tahun tenggelam dan hilang. (detik.com)
Senin, 02 Juli 2018 11:27 WIB
SUKABUMI - Warga Kampung Cibunar, RT 05 RW 02, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, dihebohkan dengan ditemukannya Nining Sunarsih (52), pada Minggu (1/6/2018) dini hari.

Dikutip dari detik.com, Nining dikabarkan hilang setelah tenggelam pada 8 Januari 2017 di Pantai Palabuhanratu, Sukabumi. Saat itu Nining terseret ombak hingga ke tengah, sejumlah saksi bahkan sempat melihat Nining saat melambaikan tangan meminta tolong ketika terbawa arus.

Saat itu firasat keluarga meyakini Nining tidak tewas, meskipun tim SAR sempat menemukan jasad seorang perempuan yang sempat diklaim sebagai jasad Nining.

''Semalam dia pulang diantar Jejen, adik suami saya atau pamannya yang sudah tiga hari berturut-turut memimpikan Nining minta dijemput di Palabuhanratu. Kondisi pakaian, celana dan sendalnya basah penuh pasir. Dia ditemukan di pesisir pantai tempat dia dulu dikabarkan hilang,'' kata Tating, ibunda Nining kepada detikcom di kediamannya.

Tating juga menceritakan kondisi putri sulungnya itu terlihat lemas, ketika ditanya tidak menjawab. Tatapannya kosong seperti orang kebingungan, ajaibnya seluruh pakaian, celana dan sendal yang dikenakannya masih sama seperti saat terakhir dikabarkan hilang.

''Pakaian, celana sampai baju dalam masih sama seperti yang dia pakai terakhir 18 bulan yang lalu, hanya bedanya penuh dengan pasir. Saya pegang sampai ke karet-karetnya masih berfungsi, tidak lapuk kena air. Ketika saya mandikan, rambutnya penuh dengan pasir,'' lanjut Tating.

Tating membenarkan, ketika dikabarkan hilang tim SAR sempat menemukan jasad korban tenggelam berjenis kelamin perempuan. Saat itu keluarga menolak mengakui jika jasad itu adalah Nining.

''Yang lihat anak dan saudaranya, ketika melihat jasadnya tidak ada keluarga yang percaya itu Nining,'' tuturnya.

''Nining memang hilang tenggelam, bahkan ada tetangga dekat rumah yang melihat dia melambaikan tangan minta tolong. Saat itu pencarian juga dilakukan sampai beberapa hari akhirnya dihentikan setelah yang mencari menemukan jasad perempuan,'' tandasnya.

Nining telah dibawa pihak keluarga ke RSUD R Syamsudin SH karena kondisinya yang lemas. Saat menjalani pemeriksaan medis, kondisi Nining memang lemah.

Berkat Mimpi Sang Paman

Nining ditemukan di Pantai Pelabuhan setelah pamannya, Jejen, bermimpi tiga kali, keponaknnya minta dijemput.

''Jejen, paman Nining cerita dia mimpi keponakannya minta dijemput. Sudah tiga kali mimpinya sama, anak sulung saya itu minta dijemput di Pantai Palabuhanratu,'' kata Tating, orang tua Nining kepada detikcom di kediamannya, Minggu

Berbekal keyakinan yang kuat, Tating bersama Jejen dan kerabat serta tetangga berangkat ke Palabuhanratu sekitar pukul 21.00 WIB, Sabtu (30/6/2018). Mereka tiba di Palabuhanratu sekitar pukul 23.50 WIB, hanya 10 menit Nining ditemukan tergeletak di pesisir pantai tempat Nining dulu tenggelam.

''Pas jam 00.00 WIB, semua bersorak mereka menemukan Nining tergeletak di pesisir pantai. Lengkap dengan pakaian, celana dan sendal yang sama persis seperti saat hilang dulu,'' tuturnya.

Tating percaya anaknya ditemukan berkat kekuasaan tuhan, Nining tidak mau berasumsi lebih jauh namun dia bersyukur anaknya ditemukan hidup. ''Antara bingung, kaget dan senang. Ini kekuaaaan Allah SWT, saya enggak tahu dia kemana dan di mana yang pasti tadi malam dia ditemukan dan sekarang sudah pulang,'' bebernya.

Hingga saat ini belum diketahui kemana saja Nining selama 1,5 tahun terakhir.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww