805 Ribu KTP-el Invalid Disimpan Kemendagri, Dikhawatirlkan Disalahgunakan pada Pilkada dan Pilpres

805 Ribu KTP-el Invalid Disimpan Kemendagri, Dikhawatirlkan Disalahgunakan pada Pilkada dan Pilpres
Ribuan keping KTP-el tercecer di jalan. (pojoksatu)
Selasa, 29 Mei 2018 13:30 WIB
JAKARTA - Sebanyak 805 ribu KTP elektronik (KTP-el) invalid dari berbagai daerah masih disimpan Kemeterian Dalam Negeri (Kemendagri). Dikhawatirkan, ratusan ribu KTP-el invalid tersebut akan disalahgunakan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun ini atau pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019.

''Tadi pagi kita sepakati untuk melakukan sidak di gudang ini dan kita semakin tahu ada sesuatu yang perlu kita lakukan pengawasan lagi. Ada 805 ribu KTP-el bermasalah, belum semuanya di gudang,'' kata Ketua Komisi II DPR RI Nihayatul Wafiroh di lokasi gudang aset Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Kabupaten Bogor, Senin (28/5), seperti dikutip dari republika.co.id.

Ratusan ribu KTP-el ini, kata Nihayatul, hanya tersimpan begitu saja dalam gudang penyimpanan tanpa ada proses pemusnahan. Pembiaran ini bisa menimbulkan adanya potensi penyalahgunaan.

Selama ini barang-barang itu hanya dikumpulkan. Namun, setelah ramai di media pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) baru menggambil tindakan untuk dipotong.

Komisi II konsen terhadap kemungkinan adanya penyalahgunaan kartu identitas tersebut. Menjelang Pilkada, Pilpres dan Pileg, hal ini menjadi isu yang sensitif.

''Kita konsen pada persoalan penyalahgunaan dimana 27 Juli akan melakukan Pilkada dan tahun depan Pilpers dan Pileg. Nah untuk Pilkada ini kan memakai e-KTP ketika orang datang membawa itu ke TPS, otomatis akan diberikan hak mencoblos padahal ini tidak tahu ini e-KTP invalid atau tidak,'' lanjutnya.

Untuk menangani masalah ini, dalam waktu dekat Komisi II DPR/RI akan memanggil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo agar menjelaskan permasalahan ini. Pihaknya juga akan melakukan pengawasan lebih terkait KTP-el.

''Ini kita perlu melakukan pengawasan dan kita tentu akan memanggil Mendagri untuk meminta penjelasanya. Kita tidak tidak mau nanti ada kasus-kasus yang terjadi pada Pilkada 2018. Jadi kita akan memperdalam kita akan datang ke kantor Dukcapil juga karena kita harus mengecek betul data yang masuk itu dicek satu persatu atau tidak,'' tandasnya.

Sebelumnya publik sempat dihebohkan dengan adanya ribuan KTP-el yang tercecer di ruas Jalan Raya Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (26/5) lalu. Ribuan KTP-el terjatuh dari sebuah truk engkel yang tengah melintas dari arah Kayumanis menuju Parung. Dari hasil penyelidikan Polres Bogor memastikan bahwa tercecernya KTP ini tidak ada unsur pidana dan murni kelalaian dari ekspedisi.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan KTP-el yang tercecer di jalan raya kawasan Bogor, Jabar merupakan KTP yang rusak atau invalid saat hendak diangkut ke gudang Kementerian Dalam Negeri di Semplak, Bogor.

''Bapak Sesditjen Dukcapil I Gede Suratha sudah melakukan pengecekan di lapangan dengan jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor, menunjukkan bahwa KTP elektronik yang tercecer tersebut adakah KTP elektronik rusak/invalid dan diangkut dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke Gudang Kemendagri di Semplak Bogor,'' ujar Zudan dalam keterangan pers dikutip Antara, Ahad (27/5). ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda
GoSumbar.com Orangutan dan Bayinya Disiksa Secara Keji di Aceh, 74 Peluru Bersarang di Tubuh dan Matanya
GoSumbar.com Caleg di Pasaman Barat Cabuli Putri Kandung Sejak Umur 9 Hingga 17 Tahun, Begini Terungkapnya
GoSumbar.com 52 Warga Watu Bonang Mengungsi ke Ponpes, Ternyata Ini Identitas Pria yang Sebar Isu Kiamat Sudah Dekat
GoSumbar.com Yakin Kiamat Sudah Dekat, 52 Warga Desa Watubonang Eksodus ke Ponpes di Malang
GoSumbar.com Tolak Menyerah, Istri Terduga Teroris di Sibolga Nekat Ledakkan Diri
GoSumbar.com Warga Sibolga Kembali Dikejutkan 2 Ledakan Bom Rabu Dini Hari
GoSumbar.com 7 Jam Dikepung, Istri Terduga Teroris di Sibolga Tak Juga Menyerah, Bertahan dalam Rumah bersama Anaknya
GoSumbar.com Prabowo Pukul Tangan Pengawalnya karena Dorong Emak-emak dengan Kasar
GoSumbar.com Bantah Klaim Menkumham, Mahathir Sebut Pembebasan Siti Aisyah Bukan Hasil Lobi Pemerintah Indonesia
GoSumbar.com Patuhi Larangan Kemenhub, Garuda Indonesia Stop Operasikan Boeing 737 Max 8
GoSumbar.com Lieus Sebut Polisi Persulit Perizinan Konser Hadapi dengan Senyuman Ahmad Dhani
GoSumbar.com Safari Politik 3 Hari di Sumut, Maruf Amin Klaim Sukses Rebut Suara Prabowo
GoSumbar.com Pasca Jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines, China Larang Operasikan Boeing 737 MAX 8
GoSumbar.com Beredar Kabar Pesawat Prabowo Dilarang Mendarat di Banjarmasin, Angkasa Pura I Membantah
GoSumbar.com Hakim Bebaskan Siti Aisyah dari Dakwaan Membunuh Kim Jong Nam
GoSumbar.com WNI yang Jadi Korban Ethiopian Airlines Seorang Wanita yang Bekerja untuk World WFP PBB
GoSumbar.com Jenis Ethiopian Airlines yang Jatuh Sama dengan Lion Air, Kemenhub Diminta Awasi Ketat Boeing 737 Max 8
wwwwww