Diduga Ini Alasannya Kim Jong-un Mendadak Melunak dan Mau Berdamai dengan Korsel

Diduga Ini Alasannya Kim Jong-un Mendadak Melunak dan Mau Berdamai dengan Korsel
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bertemu di Panmunjom pekan lalu. (tribunnews)
Rabu, 02 Mei 2018 17:13 WIB
BEIJING - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in bertemu di desa zona demiliterisasi Panmunjom pekan lalu. Keduanya tak hanya bertemu, tapi juga bersepakat untuk mewujudkan perdamaian permanen di semenanjung Korea.

Pertemuan dan kesepakatan damai pemimpin dua Korea ini disambut baik para pemimpin negara di dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump.

Namun sikap Kim Jong-un yang mendadak melunak dan mau berdamai dengan Korsel, bahkan bersedia menangguhkan uji coba nuklirnya dan merencanaka unifikasi (penyatuan) Korea dinilai aneh dan dicurigai oleh banyak pihak.

Dikutip dari grid.id, salah satu alasan kuat kenapa Korut mau berunding dengan Korsel ialah terkait fasilitas uji coba nuklir mereka, Punggye-ri.

Menurut citra satelit milik negara China menunjukkan adanya peningkatan suhu panas radioaktif didaerah fasilitas uji coba nuklir Punggye-ri.

Hal ini mengagetkan banyak pihak dan rupanya fasilitas nuklir Punggye-ri telah rusak karena uji coba nuklir Korut yang gagal pada musim gugur yang lalu.

Gara-gara ledakan uji coba nuklir Korut pada 3 September tahun lalu yang menyebabkan fasilitas Punggye-ri rusak dan dikhawatirkan bencana Chernobyl akan terulang di Korut.

Rusaknya fasilitas Punggye-ri menyebabkan kebocoran pengayaan uranium yang bisa berakibat radiasi mematikan dari nuklir tersebut.

Rasio ledakan tes uji coba bom nuklir Korut pun sangat besar.

Ledakan itu mencapai 100 kiloton dan Korut sudah 6 kali mengujinya, hingga malah merusak fasilitas Punggye-ri.

Sebagai perbandingan saja, bom atom yang diledakkan di Hiroshima pada tahun 1945 hanya berkisar 15 kiloton.

Celakanya lagi delapan menit setelah ledakan ada gempa sebesar 6,3 skala richter menguncang daerah sekitar 6,3 skala richter menguncang daerah sekitar Punggye-ri dan ada empat kali lagi gempa susulan pada minggu-minggu berikutnya.

Dengan mengumpulkan data seismik berkualitas tinggi dan memeriksa citra satelit sebelum dan sesudah pengujian, para ilmuwan dapat menentukan di mana gempa ini terjadi dan bahwa mereka memang disebabkan oleh pengujian bom nuklir Korut.

''Mengingat sejarah uji coba nuklir Korea Utara yang dilakukan di bawah gunung ini, uji coba nuklir yang sama akan menghasilkan kerusakan dalam skala lebih besar yang menciptakan bencana lingkungan berupa radiasi nuklir,'' kata laporan dari tim ilmuwan.

Bisa dikatakan Korut mulai ketakutan karena bom nuklir yang harusnya menjadi 'tameng' negara malah mengancam pemiliknya sendiri.

Kehilangan senjata nuklir membuat jajaran pemimpin Korut mulai berpikir rasional untuk segera 'mengamankan' negara dengan cara perdamaian.

Lebih berbahayanya lagi jika radiasi nuklir gegara rusaknya fasilitas Punggye-ri menyerang Korut, maka bisa dipastikan negara tertutup itu tidak bisa menanggulanginya.

Gara-gara inilah kurang dari seminggu kemudian Kim Jong Un mengumumkan menangguhkan semua uji coba nuklirnya dan menyerukan perdamaian dengan Korsel serta Amerika Serikat.

Tapi yang dirugikan gara-gara kejadian ini bukan Korut semata, namun juga China yang kalang kabut jika debu radioaktif gagalnya uji coba nuklir Korut terbang ke arah mereka dari perbatasan kedua negara.***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww