Mantan Dirut Pertamina Karen Galaila Agustiawan Jadi Tersangka Korupsi Rp568 Miliar

Mantan Dirut Pertamina Karen Galaila Agustiawan Jadi Tersangka Korupsi Rp568 Miliar
Karen Galaila Agustiawan (baju batik). (sindonews.com)
Rabu, 04 April 2018 23:12 WIB
JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Pertamina (persero) Karen Galaila Agustiawan (KGA) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp568 miliar.

Dikutip dari sindonews.com, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Rum mengatakan, penyidik Kejagung menetapkan Karen Galaila Agustiawan (KGA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait investasi perusahaan di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia.

Investasi yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp568 miliar itu dilakukan pada 2009 lalu. ''KGA ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018,'' ujar M Rum dalam keterangannya, Rabu (4/4/2018).

Selain KGA, penyidik juga telah menetapkan dua orang tersangka lainnya. Mereka adalah Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina (persero) berisial GP berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-14/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

Kemudian, FS yang merupakan mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (persero) ikut ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-15/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

''Berdasarkan hasil perhitungan Akuntan Publik, kerugian keuangan negara dalam kasus ini sebesar Rp568 miliar,'' ujar Rum.

Sebelumnya, penyidik sudah menetapkan mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) berisial BK sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: TAP-06/F.2/Fd.1/01/2018 tanggal 23 Januari 2018. Sehingga total yang sudah ditetapkan tersangka sebanyak empat orang.

Kasus ini bermula pada 2009 saat Pertamina melakukan kegiatan akuisisi (investasi non-rutin) berupa pembelian sebagian aset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG), Australia.

Pembelian berdasarkan Agreement for Sale and Purchase--BMG Project tanggal 27 Mei 2009 senilai USD 31.917.228.

Dalam pelaksanaanya ditemui adanya dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya Feasibility Study (Kajian Kelayakan) berupa kajian secara lengkap (akhir) atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.

Hal ini mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana USD31.492.851 serta biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah 26.808.244 dolar Australia tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada Pertamina. Terutama terkait penambahan cadangan dan produksi minyak nasional.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

''Dalam kasus ini penyidik sudah memeriksa sebanyak 67 saksi termasuk ahli,'' tandasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda
GoSumbar.com Orangutan dan Bayinya Disiksa Secara Keji di Aceh, 74 Peluru Bersarang di Tubuh dan Matanya
GoSumbar.com Caleg di Pasaman Barat Cabuli Putri Kandung Sejak Umur 9 Hingga 17 Tahun, Begini Terungkapnya
GoSumbar.com 52 Warga Watu Bonang Mengungsi ke Ponpes, Ternyata Ini Identitas Pria yang Sebar Isu Kiamat Sudah Dekat
GoSumbar.com Yakin Kiamat Sudah Dekat, 52 Warga Desa Watubonang Eksodus ke Ponpes di Malang
GoSumbar.com Tolak Menyerah, Istri Terduga Teroris di Sibolga Nekat Ledakkan Diri
GoSumbar.com Warga Sibolga Kembali Dikejutkan 2 Ledakan Bom Rabu Dini Hari
GoSumbar.com 7 Jam Dikepung, Istri Terduga Teroris di Sibolga Tak Juga Menyerah, Bertahan dalam Rumah bersama Anaknya
GoSumbar.com Prabowo Pukul Tangan Pengawalnya karena Dorong Emak-emak dengan Kasar
GoSumbar.com Bantah Klaim Menkumham, Mahathir Sebut Pembebasan Siti Aisyah Bukan Hasil Lobi Pemerintah Indonesia
GoSumbar.com Patuhi Larangan Kemenhub, Garuda Indonesia Stop Operasikan Boeing 737 Max 8
GoSumbar.com Lieus Sebut Polisi Persulit Perizinan Konser Hadapi dengan Senyuman Ahmad Dhani
GoSumbar.com Safari Politik 3 Hari di Sumut, Maruf Amin Klaim Sukses Rebut Suara Prabowo
GoSumbar.com Pasca Jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines, China Larang Operasikan Boeing 737 MAX 8
GoSumbar.com Beredar Kabar Pesawat Prabowo Dilarang Mendarat di Banjarmasin, Angkasa Pura I Membantah
GoSumbar.com Hakim Bebaskan Siti Aisyah dari Dakwaan Membunuh Kim Jong Nam
GoSumbar.com WNI yang Jadi Korban Ethiopian Airlines Seorang Wanita yang Bekerja untuk World WFP PBB
GoSumbar.com Jenis Ethiopian Airlines yang Jatuh Sama dengan Lion Air, Kemenhub Diminta Awasi Ketat Boeing 737 Max 8
wwwwww