Syeikh Yusuf Estes Sebut Muslim yang Ikhlas Tak Mungkin Radikal

Syeikh Yusuf Estes Sebut Muslim yang Ikhlas Tak Mungkin Radikal
Syeikh Yusuf Estes. (industry.co.id)
Senin, 19 Maret 2018 08:10 WIB
JAKARTA - Ulama internasional asal Texas, Amerika Serikat, Syeikh Yusuf Estes mengatakan, bila umat Islam mengamalkan ajaran agamanya dengan benar, maka tidak akan menjadi radikal.

Yusuf Estes menilai istilah Islam radikal yang digunakan banyak kalangan, merupakan rangkaian kata yang tidak masuk akal.

Dikutip dari republika.co.id, menurut Yusuf Estes, kedua kata tersebut sangat berlawanan dalam makna harafiahnya. ''Islam berbicara tentang pengorbanan, ketulusan, perdamaian, pengabdian dan keikhlasan sehingga tidak mungkin seseorang dapat menjadi radikal dalam keikhlasannya atau bahkan radikal dalam usahanya menciptakan perdamaian,'' jelas Yusuf Estes pada acara konferensi pers di Jakarta, Ahad petang (18/3).

Dia juga mengajak masyarakat Indonesia dari segala latar belakang agama untuk berdialog secara terbuka guna mendapatkan kebenaran yang hakiki.

''Saat ini Islam merupakan agama yang paling tinggi pertumbuhannya. Namun, di sisi lain, ada dari kalangan Muslim dan pemeluk agama lainnya yang menjadi ateis dan mereka berada dalam kegelapan,'' ujar Syeikh Yusuf.

Syeikh Yusuf Estes lahir dan dibesarkan di keluarga penganut agama Kristen yang taat. Setelah melakukan pengkajian yang mendalam tentang Islam, mantan pendeta ini memutuskan memeluk Islam dan menjadi pendakwah.

Pada 1994-2000, Yusuf Estes menjabat Delegasi Untuk Konferensi Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pemimpin Agama, Ulama Pemerintah AS.

Kegiatan safari dakwah Syeikh Yusuf Estes di Indonesia difasilitasi oleh Sahabat Dakwah Internasional (SDI) yang sebelumnya sukses menghadirkan ulama internasional, Zakir Naik dan Mufti Kerajaan Perlis Malaysia Mohd Asri Zainul Arifin (Dr Maza) untuk melakukan dakwah di beberapa kota di Tanah Air.

Hapus Radikalisme

Ketua Sahabat Dakwah Internasional (SDI) Bukhari Wahid yang juga sebagai penyelenggara safari dakwah mengatakan kedatangan Yusuf Estes diharapkan bisa menghilangkan radikalisme di Indonesia.

''Oh iya (berharap bisa menghilangkan radikalisme), karena itu salah satu concern beliau kan. Sebenarnya itu concern buat semua ulama yang dalam tanda petik normal dalam berpikir. Semua itu menjadi musuh kita semua. Radikalisasi, apalagi sampai ke level terorisme itu musuh bersama,'' ujar Bukhari saat ditemui di Jakarta, Ahad (19/3).

Bukhari mengatakan, safari dakwah Yusuf Estes juga untuk memberikan warna baru dalam dunia dakwah Islam di Indonesia.

''Intinya kita dari SDI kita merasa perlu mendatangkan dai-dai Internasional, khususnya yang berbahasa Inggris untuk memberikan warna baru lah dalam dunia dakwah kita, memberikan wawasan baru baik secara metodologi maupun substansi ceramah-ceramah itu,'' ucapnya.

Menurut dia, umat Islam di Indonesia sangat perlu bergaul dengan pendakwah Internasional. Karena, kata dia, selama ini Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim justru paling jarang didatangi oleh dai-dai Internasional.

''Kita tertinggal jauh dengan Malaysia yang paling dekat dengan kita. Di sana itu sudah bolak-balik ke Malaysia. Indonesia sangat jarang. Zakir Naik baru sekali, Yusuf Estes baru sekali,'' kata Bukhari.

Kegiatan safari dakwah Syekh Yusuf Estes di Indonesia dimulai pada 18 Maret 2018 di Masjid Darussalam Kota Wisata, Cibubur selepas shalat subuh. Kemudian, dilanjutkan di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat sesudah shalat Zhuhur.

Syeikh Yusuf Estes akan berada di Indonesia pada 17-21 Maret 2018 guna melaksanakan safari dakwah di beberapa kota di Tanah Air, yakni Jakarta, Surabaya (Jawa Timur), dan Balikpapan (Kalimantan Timur). Pada lokasi tertentu dakwah Yusuf Estes terbuka untuk umum, termasuk umat non-Muslim.

Selain melakukan safari dakwah di Jakarta, Surabaya (Jawa Timur) dan Balikpapan (Kalimantan Timur), Yusuf Estes juga akan melakukan beberapa pertemuan dengan berbagai pihak di Indonesia seperti ulama dan pejabat pemerintah. Ceramah Syeikh Yusuf Estes yang dijuluki ''funny sheikh'' atau ''syeikh yang lucu'' di beberapa tempat terbuka untuk umum, termasuk bagi umat non-Muslim.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww