Indonesia Didesak Investigasi Kuburan Massal Tentara Belanda pada Perang Dunia II

Indonesia Didesak Investigasi Kuburan Massal Tentara Belanda pada Perang Dunia II
Kapal perang Belanda, HMS Exeter, tenggelam di Laut Jawa setelah pertempuran 1 Maret 1942. (Foto/U.S. Navy Naval History and Heritage Command/sindonews)
Sabtu, 27 Januari 2018 06:46 WIB
AMSTERDAM - Pemerintah Belanda menduga kuburan massal tentara Belanda yang ditemukan di sebuah daerah di Jawa Timur merupakan tentara Belanda yang dibuang saat Perang Dunia (PD) II. Untuk memastikannya, Belanda mendesak pemerintah Indonesia melakukan investigasi.

Dikutip dari sindonews.com, menurut laporan The Guardian, Jumat (26/1/2018), jasad para tentara itu awalnya ditemukan di tiga bangkai kapal perang Belanda era PD II yang tenggelam di Laut Jawa.

Menteri Pertahanan Belandaa, Ank Bijeveld, mengatakan jasad-jasad merupakan tentara Belanda yeng terlibat pertempuran di Laut Jawa pada 1942.

Tiga kapal perang Belanda itu antara lain HMS Electra, HMS Exeter, dan HMS Encounter. Sekitar 119 tentara Belanda di salah satu kapal itu tewas. Kapal-kapal tersebut ditenggelamkan untuk menghindari penangkapan oleh pasukan Jepang.

Lebih dari 900 pelaut Belanda dan 250 pelaut Indo-Belanda tewas selama Pertempuran Laut Jawa, di mana Angkatan Laut Sekutu saat itu mengalami kekalahan yang mengerikan dari Angkatan Laut Kekaisaran Jepang.

Sejak 1942, ketiga kapal perang itu dilaporkan hilang misterius. Namun, belum lama ini muncul laporan bhwa bangkai ketiga kapal perang tersebut telah diangkat dan dipotong-potong pada bagian besi yang masih berharga.

Jasad-jasad di dalam ketiga bangkai kapal perang itu dibuangdalam sebuah kuburan massal tak bertanda. Lokasinya disebut-sebut berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

''Informasi yang belum dikonfirmasi dari laporan baru-baru ini, misalnya tentang jenazah manusia harus diselidiki lebih jauh secara lokal,'' kata Menteri Pertahanan Belanda Ank Bijleveld.

''Penyidikan diperlukan untuk memastikan apakah ada kaitan dengan tiga kapal perang Belanda,'' lanjut dia dalam sebuah surat kepada parlemen Belanda, yang diterbitkan pada hari Kamis.

Bijleveld mengatakan bahwa duta besar Belanda telah bertemu pejabat Indonesia mengenai masalah ini.

''Pihak berwenang Indonesia mengonfirmasi bahwa mereka melihat laporan tersebut dan akan melihat apakah informasi baru terungkap, dan akan memberi tahu kami jika hal itu terjadi,'' kata Bijleveld. ''Terlalu dini untuk berspekulasi tentang hasil penyelidikan.''

Sebelumnya, bangkai kapal perang Australia; HMAS Perth, yang ditemukan di Laut Jawa dijarah para pemulung.

Sementara itu, juru bicara Angkatan Laut Indonesia Gig Jonias Mozes Sipasulta menolak memberikan komentarnya kepada AFP terkait laporan tersebut. ''Saya tidak menambahkan apapun untuk masalah ini,'' ujarnya.

Bijleveld mengatakan penyelidikan awal oleh pakar Belanda dan Indonesia mengenai hilangnya bangkai kapal perang belum menemukan jawaban yang pasti.

Namun beberapa anggota parlemen Belanda yang marah melontarkan sindiran pedas. ''Pelaku kejahatan tidak akan pernah ditemukan,'' tulis De Telegraaf, mengutip komentar salah satu anggota parlemen Belanda tersebut.

Awalnya Indonesia menolak untuk disalahkan terkait nasib kapal perang asing yang hilang saat Perang Dunia II. Alasannya, Indonesia tidak diminta untuk melindungi bangkai kapal tersebut dan merasa bukan tanggung jawabnya. Namun, belakangan Indonesia dilaporkan setuju bekerja sama dengan Belanda terkait masalah ini.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww