Perilaku Phone Snubbing Ancam Hubungan dengan Pasangan, Ini Hasil Penelitiannya...

Perilaku Phone Snubbing Ancam Hubungan dengan Pasangan, Ini Hasil Penelitiannya...
Phone snubbing (ilustrasi)
Minggu, 21 Januari 2018 23:04 WIB
JAKARTA - Perilaku manusia yang tidak lepas dari gadget disebut dengan phubbing, kependekan dari phone snubbing, membuat hubungan Anda dengan pasangan terancam. Terdengar sepele tetapi percayalah jika terus dilakukan, pertengkaran akan terjadi.

Manusia masa kini memang sulit berpisah dengan gadget. Dari bangun tidur hingga pergi tidur kita rutin memeriksa ponsel. Bahkan ketika sedang bersama orang lain seperti teman atau pasangan, tidak jarang perhatian kita masih tertuju ke ponsel.

Saat bersama partner, Anda pasti pernah sekadar mengecek ponsel. Menurut penelitian ''Phubbed and Alone'' yang dilakukan Meredith David dan James A. Roberts dari Universitas Baylor di Waco, Texas, saat ini orang mengecek ponsel sebanyak 150 kali sehari.

Yang menyedihkan, perilaku mengecek ponsel ini terjadi tidak hanya ketika seseorang sedang sendiri dan tidak melakukan apa pun. Bahkan di tengah pekerjaan atau ketika bersama pasangan, orang tetap memperhatikan ponsel.

''Ironisnya, ponsel yang awalnya dirancang untuk mempermudah komunikasi kini justru menjadi penghalang hubungan sosial antar pribadi,'' kata Meredith dan James dalam hasil penelitian yang diluncurkan Maret tahun lalu.

Selanjutnya, mereka menemukan bahwa 46 persen pasangan melakukan phubbing dan 22 persen di antaranya mengatakan, perilaku ini telah menyebabkan ketegangan di dalam hubungan.

''Dalam interaksi sehari-hari dengan orang lain, orang sering beranggapan bahwa gangguan sesaat yang disebabkan ponsel bukanlah masalah besar. Namun, temuan kami menunjukkan bahwa banyak pasangan yang tengah menghabiskan waktu bersama tetapi terganggu oleh salah satu individu yang memperhatikan telepon genggamnya,'' kata Meredith.

Pakar hubungan dari The Hart Centre Australia, Julie Hart, turut menegaskan, phubbing menumpulkan beberapa faktor dalam hubungan antar individu.

Faktor-faktor itu adalah kemampuan satu individu untuk mendengarkan, membuka diri akan informasi dari lawan bicara, memahami apa yang disampaikan lawan bicara, dan melibatkan diri dalam percakapan.

''Artinya individu yang lain akan merasa terabaikan dan semakin kecil kemungkinannya untuk puas di dalam hubungan itu,'' kata Meredith. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tempo.co
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww