Dituduh Turunan PKI, Menristekdikti: Saya Jadi PNS Melalui Lipsus

Dituduh Turunan PKI, Menristekdikti: Saya Jadi PNS Melalui Lipsus
Menristekdikti Mohamad Nasir
Rabu, 17 Januari 2018 14:03 WIB
JAKARTA - Menteri Ristek dan Dikti Mohamad Nasir mendapat tudingan miring akibat persoalan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) . Akibatnya, dirinya pun dituduh turunan PKI (Partai Komunis Indonesia). Tuduhan itu disampaikan lewat pesan singkat Whatsapp (WA).

Namun M Nasir mengaku tidak mengetahui siapa yang mengirim pesan singkat WhatsApp (WA) dengan tuduhan turunan PKI.

" Ini urusannya Polisi. Biar mereka memproses," ujar Mohamad Nasir setelah membesuk mahasiswa Universitas Bina Darma Palembang korban insiden Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Rumah Sakit Siloam, Jakarta, Selasa (16/1)

Dia menegaskan, agar dapat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), dia sudah melalui proses Lipsus. " Kalau saya disebut-sebut turunan PKI, itu urusan polisi," tegas Nasir

Mendapat tuduhan sebagai anak kader Partai Komunis Indonesia (PKI), Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melaporkannya ke Mapolda Metro Jaya

Nasir melaporkan pelaku pengirim pesan singkat via aplikasi WhatsApp berisi tudingan kalau Nasir adalah keturunan PKI. Pelaku diduga telah melakukan pelanggaran pencemaran nama baik

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan pelapor bersama beberapa saksi melaporkan pelaku telah menyebarkan pesan berisi fitnah itu. Saksi menerima pesan WhatsApp dari pelaku diantaranya Kabag Advokasi Hukum Kemenristekdikti, Polaris Siregar.

"Terlapor masih dalam penyelidikan," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/1)

Menurut dia, pelaku juga memprotes pengelolaan perguruan tinggi negeri (PTN) di bawah kepemimpinan Nasir. "Kasusnya ditangani Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya.”

Berikut isi pesan untuk Nasir

''PTN terus jadi korban percobaan berkeputusan dan kepemimpinan si Nasir goblok. Walaupun saya bukan rektor tetapi memahami jeritan hati perlakuan Nasir lebih kejam dari PKI. Jangan-jangan Nasir juga ini turunan PKI." ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:indopos.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww