Menhub Bakal Turunkan Tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak di Pelabuhan

Menhub Bakal Turunkan Tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak di Pelabuhan
Selasa, 16 Januari 2018 17:09 WIB
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menurunkan tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di pelabuhan. Upaya ini dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan level kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan penurunan tarif PNBP untuk sub sektor perhubungan laut akan melalui persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun dengan tarif yang lebih murah, dirinya berharap, volume angkutan barang di pelabuhan tetap bisa ditingkatkan.

"Saya bilang dengan PNBP turun, nanti harapannya volume-nya naik. Karenanya tadi Pak Wamenkeu setuju, tapi prinsipnya saya harus lapor dulu," kata dia, ditemui usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koorinator bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin, 15 Januari 2018.

Sebagai tahap awal, penurunan tarif PNBP akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini merupakan pelabuhan dengan transaksi paling banyak. Selanjutnya Kemenhub akan menerapkan hal yang sama di pelabuhan lainnya agar biaya logistik bisa lebih murah.

Selain penurunan tarif PNBP, pemerintah juga akan meningkatkan layanan pengiriman pesanan secara elektronik (delivery order online). Langkah ini dirasa lebih efektif karena akan mempercepat proses bongkar muat barang di pelabuhan.

Sementara itu, untuk waktu bongkar muat barang (dwelling time) yang telah menjadi tiga hari dinilai sudah lebih baik. Namun ada beberapa kendala yang ternyata 30 sampai 40 persen barang yang masih berada di pelabuhan karena belum selesainya pemeriksaan ataupun pemiliknya tidak ada gudang.

"Oleh karenanya, saya tadi sudah lapor ke Pak Menko untuk kolaborasi dengan tim Kemenko, Bea Cukai, untuk melakukan kerja bersama. Minggu depan, saya akan ke Priok akan bahas stakeholder dan berkaitan dengan tarif baru," pungkasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww