Tiga Polisi Merampok BRI, Saat Bungkus Uang Rp4 Miliar , Tiba-tiba . . . .

Tiga Polisi Merampok BRI, Saat Bungkus Uang Rp4 Miliar , Tiba-tiba . . . .
Aksi perampokan yang terjadi di Kantor BRI Cabang SoE, Kamis (28/12/2017) siang. (tribunnews.com)
Jum'at, 29 Desember 2017 14:44 WIB
JAKARTA - Polisi seharusnya melindungi masyarakat dari aksi kejahatan dan menangkap penjahat. Namun berbeda dengan tiga anggota anggota Polres TTS ini, mereka justru menjadi pelaku kejahatan dan ditangkap aparat polisi.

Dikutip dari tribunnews.com, tiga anggota Polres TTS, yakni Bripda Yubeth Tabun, Bripda Berto Lolobali dan Bripda Kris, nyaris merampok BRI Cabang SoE, Kamis (28/12/2017) siang.

Mereka menyandera Pincab BRI, Fenny Amalo lalu memaksa staf BRI memasukkan uang sebanyak Rp 4 miliar ke tas dan kantong. Namun aksi perampokan berhasil dilumpuhkan anggota Shabara Polres TTS.

Kamis siang pukul 15.00 Wita, sekitar belasan nasabah BRI yang sedang antre di teller dan customer service (CS) BRI SoE.

Tiga petugas teller yakni Irna Wati, Novelisaningtyas, Risniawati dan Dominika Hampati serta dua petugas customer Poppy I Muskanan dan Magdalena Kiak sedang melayani nasabah. Mereka diawasi Supervisor Ivonne Lian.

Sementara Pimpinan Cabang BRI, Fenny Amalo serta 30-an staf BRI sibuk bekerja di ruang belakang.

Dua satpam, yakni Jakobus Korua dan Nikson berjaga di pintu dalam ruangan. Sedangkan satpam lainnya, Christian Saikoko berjaga di luar ruangan.

Tiba-tiba tiga pria bertopeng yakni Bripda Yubeth Tabun, Bripda Berto Lolobali dan Bripda Kris pakai topeng, memaksa masuk ruangan sambil memegang pistol.

Teller, CS dan supervisor mengamankan diri ke ruang belakang. Para perampok melumpuhkan tiga satpam dan memaksa mereka berkumpul bersama nasabah di ruang bagian kanan teller.

''Tunduk semua. Diam diam,'' teriak Berto. Berto jaga di pintu tengah sambil menodongkan senjata ke arah nasabah dan satpam. Sedangkan Kris jaga di pintu. Sejumlah nasabah berteriak dengan wajah pucat. Bahkan Moses Tampani, warga Kampung Sabu menenangkan Hinyo istrinya yang histeris

Perampok Yubet masuk ruang staf menodongkan pistol "Tolong, tolong," teriak sejumlah staf. ''Diam semua. Jangan bergerak,'' hardik Yubet.

Pincab BRI Cabang SoE, Fenny Amalo keluar ruangan langsung ditarik paksa Yubet dan disandera ke ruang teller bersama seorang staf.

Yubeth menyuruh Fenny duduk di kursi teller dan staf BRI dipaksa memasukan uang Rp1,9 milliar ke tas perampok.

Karena tas tak cukup menampung uang, Yubet menyuruh staf mencari kantong plastik di meja teler untuk memasukan sisa uang ke kantong plastik. Uang lainnya Rp2,1 milliar di ruang belakang juga diambil perampok. Total uang rampokan Rp4 miliar. Fenny sempat dibentak Yubet karena hendak ke pintu keluar.

Aksi perampokan hanya berlangsung tiga menit ketika Yubet keluar ruang teler, 10 anggota Polres TTS bersenjata laras panjang tiba-tiba masuk dan menyergap para perampok.

Kaki perampok ditembak dan ketiganya langsung diborgol. Setelah diborgol, polisi membawa tiga perampok keluar kantor BRI. Wakapolres TTS, Kompol Herman Bessie, Kasat Shabara, AKP Nehe Nenohai dan Kasat Narkoba, Iptu Lucky OS masuk ke ruangan menenangkan nasabah. Para perampok lalu dibawa ke Polres TTS.

Kesepuluh anggota yang melumpuhkan perampok, yakni Bripka Munawir Haris, Aiptu Arif Fachruddin, Bripka Ericson Hetadu, Bripda Samuel Tuaty, Bripka Marseli Lagariwu, Bripka Neldi Y Mbate, Brigpol Dipo Abola, Briptu Yulianus T. Fallo, Brigpol Martinus Soenardi, Bripda Yeri Mot Nabu, Bripka Ardiansah dan Bripka Albertus Nome. Demikian simulasi di Kantor BRI SoE. Sejumlah nasabah dan staf BRI kaget dengan peristiwa itu. ''Saya lega perampoknya ditangkap. Saya kira kejadian betulan,'' kata Ina.

Pincab BRI SoE, Fenny Amalo mengatakan, kegiatan ini adalah simulasi dan merupakan program manajemen yang dilaksanakan minimal sekali setahun. Simulasi tidak diketahui staf BRI, kecuali satpam serta dirinya.

''Dengan simulasi diharapkan teman-teman siap menghadapi kondisi darurat serta tidak panik dan bagaiman mengatasi kondisi seperti itu dengan melakukan tindakan yang tepat,'' kata Fenny sambi mengatakan kedepan, BRI juga akan melakukan simulasi bencana dan kebakaran.

Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, DS.S.IK melalui Wakalolres, Kompol Herman Bessie mengatakan, simulasi untuk pencegahan dan meningkatkan profesionalitas anggota polisi dan pertugas yang berjaga di objek vital.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww