Resep Mie Sop Legendaris Ini Diperoleh Dari Mimpi, Larisnya Bukan Main

Resep Mie Sop Legendaris Ini Diperoleh Dari Mimpi, Larisnya Bukan Main
Roni, pemilik Mie Sop Putra Sunda, Galang
Minggu, 24 Desember 2017 10:09 WIB

GALANG- Tidak selalu mimpi itu hanya bunga tidur. Jika itu mimpi yang positif yang mengandung nasehat dan dan semangat membangun gak salah untuk dicoba. Siapa tahu jalan menuju nasib baik justru berada di sini. Hal ini dibuktikan oleh usaha Mie Sop Putra Sunda berdomisili di Jalan Perintis Kemerdekaan, kota Pakam, Sumatera Utara. Perharinya mie sop tersebut laku antara 100 hingga 150 mangkok.

Suatu siang,  30-an tahun silam Rohim yang saat itu sedang tidur siang dikejutkan oleh mimpi berjumpa dengan almarhum ibunya. Ia memberikan resep mie sop dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja dari berlayar.

H. Rohim termenung dengan mimpinya dan perihal itu diberitahukan kepada sang isteri. Isterinya menyambut baik dan menyarankan agar mereka berjualan mie sop saja, mematuhi petunjuk sang orang tua. Siapa tahu nasib berubah menjadi lebih baik.

Sejak saat itu hingga hari ini resep mie sop  bertuah dari almarhum H Rohim masih hidup dan dilaksanakan oleh putranya, Roni (40). Perharinya mie sop Putra Sunda ini terjual hingga 100 hingga 150  mangkok.

Tidak ada yang berbeda antara jualan mie sop sekarang dan dulu. “Hanya generasinya saja. Resepnya masih sama. Aku masih menggunakan seperti bumbu yang diajari papa dulu,”jelas Roni. Ia menggilingnya sendiri. Hanya saja dulu bumbunya digiling dengan cobean batu, sekarang Roni menggilingnya dengan blender.

Dengan menggunakan gerobak, Roni menjual mie sop, bakso dan minuman es campur dan air asam. Tidak jauh beda dengan yang dijual oleh almarhum orang tuanya.

“Bumbunya tidak jauh beda lah dengan mie sop biasa. Merica, bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kapulaga, bunga lawang. Rempah digiling halus. Ayam direbus terlebih dahulu, kaldunya diambil dan untuk kuah dan ayamnya digoreng agar rasanya semakin gurih,”terang Roni.

Diatas mie sop ditaburi bawang goreng yang lagi-lagi dibuat sendiri oleh Roni. “Seminggu sekali bawang goreng ini dibuat. Sekali 10 kilo bawang untuk satu dipakai satu minggu,”jelasnya.

Roni mengakui usaha mie sop tersebut membawa berkah bagi orang tua bahkan kini untuk diri dan keluarganya. “Saya mengambil hikmah dari sejarah usaha mie sop ini adalah  seorang anak itu harus berbakti kepada orang tua. Orang tua saya sangat sayang kepada mama dan bapaknya. Sepertinya kasih orang tua itu juga tetap  mengalir hingga dirinya sudah meninggal,”ucapnya.

Pria berkulit putih ini mengakui dari usaha mie sop almarhum orang tuanya memiliki kehidupan yang cukup, bisa membiayai kehidupan anak-anaknya dan kedua orang tuanya sempat menunaikan ibadah haji selagi mereka hidup.

Meskipun cukup laris, Roni masih bertahan dengan gerobak mie sop yang diwarisi oleh orang tuanya. Ia belum berencana pindah untuk membangun usaha yang lebih baik.

Editor:Sisie
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww