Berstandar Militer, Bisa Luluh Lantakkan Satu Pasukan, 5.932 Amunisi Milik Brimob Disita TNI

Berstandar Militer, Bisa Luluh Lantakkan Satu Pasukan, 5.932 Amunisi Milik Brimob Disita TNI
Kapuspen Mabes TNI Mayjen Wuryanto. (merdeka.com)
Selasa, 10 Oktober 2017 12:19 WIB
JAKARTA - Sebanyak 5.932 amunisi tajam SAGL 40x46 milik Brimob Polri yang tertahan di kargo Bandara Soekarno belum lama ini diangkut ke gudang amunisi Mabes TNI tadi malam (9/10).

''Bahwa tadi malam amunisi sudah dipindahkan ke gudang amunisi Mabes TNI sesuai dengan katalog yang menyertai sejumlah 5.932 butir amunisi,'' ujar Kapuspen Mabes TNI Mayjen Wuryanto saat konferensi pers di Taman Ismail Marzuki, Selasa (10/10).

Amunisi geranat yang diamankan merupakan amunisi standar militer. Penggunaannya tidak diperuntukkan bagi Polri.

Wuryanto menyebut amunisi itu memiliki daya ledak yang kuat dan dapat meluluhlantahkan sepasukan. Malah ia menyebut TNI sendiri tidak mempunyai amunisi seperti itu.

''Sangat jelas dalam katalog bahwa amunisi tajam mempunyai radius mematikan 9 m jarak capai 400 m. Keistimewaan amunisi adalah setelah meledak, kemudian meledak kedua dan menimbulkan pecahan lobang-lobang kecil yang melukai maupun mematikan. Granat bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras,'' papar Wuryanto.

''Ini luar bisa. TNI tidak punya senjata seperti itu,'' sambungnya.

Namun, senjata pelontar granat SAGL itu sendiri tidak diamankan TNI. Wuryanto menyebut, Polri boleh menggunakan sebab bisa diganti dengan gas asap dan gas air mata sesuai standar nonmiliter.

''Yang jelas senjata bisa digunakan oleh kepolisian. Selain peluru tajam bisa digunakan granat asap dan gas air mata,'' kata dia.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww