Panglima TNI: Pancasila Hadiah Terbaik Umat Islam untuk Bangsa Indonesia

Panglima TNI: Pancasila Hadiah Terbaik Umat Islam untuk Bangsa Indonesia
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (tengah) dan tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin menjadi pembicara dalam pengajian di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (6/10). (republika.co.id)
Sabtu, 07 Oktober 2017 07:12 WIB
JAKARTA - Pancasila yang disepakati sebagai idiologi NKRI merupakan hadiah terbaik umat Islam terhadap bangsa Indonesia.

Hal itu ditegaskan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam acara pengajian bulanan di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62, Jumat (6/10).

Dijelaskan Gatot, Pancasila merupakan produk dari pemikiran-pemikiran para ulama terdahulu untuk merumuskan dasar negara, termasuk Undang-Undang Dasar 1945.

''Dalam merumuskan ini, pembuka Undang-Undang Dasar 45 pun bahasanya berkat rahmat Allah yang maha kuasa, punya siapa itu? Islam,'' ujarnya.

Pada pengajian yang bertemakan ''Islam, TNI dan Kedaulatan Bangsa'' tersebut, Gatot mengatakan, kemerdekaan Indonesia pun merupakan bagian besar dari perjuangan para kyai yang memimpin dan menyatukan kekuatan Indonesia. Kyai, kata dia, mengambil andil memobilisasi perjuangan kemerdekaan, bahkan saat itu Tentara Nasional Indonesia pun belum ada.

Gatot juga menjelaskan, kelahiran Tentara Nasional Indonesia pun tidak terlepas dari peran besar umat Islam. Masa Kemerdekaan, umat Islam yang menjaga kedaulatan adalah cikal bakal lahirnya Tentara Indonesia.

''Tentara, asal usulnya dari umat Islam, sudah pasti itu, dari mana lagi? dalam konteks kedaulatan ini, para pejuang tersebut berpikir bahwa kita dalam menjaga kedaulatan harus membuat rambu-rambu, sehingga dibentuk BPUPKI yang isinya kyai juga,'' ujarnya lagi.

Oleh karena itu, kata dia, jangan sampai ada sekelompok yang merasa paling berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Sebab, kata dia, fakta tak terpisahkan andil besar umat Islam dalam kemerdekaan Indonesia tidak bisa terbantahkan lagi.

''Jadi, zaman sekarang ini jangan sok-sokan, seolah-olah dia yang memerdekakan bangsa ini,'' kata dia.

Sebab itulah, lanjut Gatot, apa yang menjadi landasan Indonesia saat ini, yakni Pancasila merupakan wujud umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia yang melindungi, dan menuangi agama lainnya di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Barang siapa yang akan merubah Pancasila, kata dia, berarti menginginkan perpecahan Indonesia. ''Umat islam menaungi, melindungi agama lainnya dengan membuat Ketuhanan Yang Maha Esa. Jangan diubah lagi, itu warisan,'' sambungnya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww