Pilpres AS di 3 Negara Bagian Dilaporkan Curang, Desakan Hitung Ulang Makin Kuat

Pilpres AS di 3 Negara Bagian Dilaporkan Curang, Desakan Hitung Ulang Makin Kuat
Hillary Clinton dan Donald Trump. (kompas.com)
Jum'at, 25 November 2016 09:23 WIB
WASHINGTON - Desakan dilakukannya penghitungan hasil pemilihan pesiden Amerika Serikat (AS) makin kuat. Sebab, keunggulan suara Hillary Clinton atas Donald Trump di tingkat nasional kini melampaui 2 juta suara.

Selain itu, muncul pula laporan tentang berbagai kecurangan di sejumlah distrik di beberapa negara bagian, sebagaimana dilaporkan Voice of America, Kamis (24/11/2016).

Para pendukung Hillary, yang dijagokan Partai Demokrat, menegaskan penghitungan ulang penting dilakukan seiring munculnya informasi bahwa keunggulan suara Hillary atas Trump, yang didukung Partai Republik, pada tingkat nasional kini melampaui dua juta dan adanya laporan kecurangan.

Pekan lalu, Ketua Tim Kampanye Hillary, John Podesta, berbicara dengan beberapa kuasa hukum pemilu dan ilmuwan komputer yang mendesaknya untuk meminta penghitungan ulang di Wisconsin, Pennsylvania, dan Michigan.

Sebab mereka yakin bahwa sejumlah tempat pemungutan suarat (TPS) elektronik yang digunakan di tiga negara bagian itu mungkin telah diretas, demikian menurut laporan di majalah New York.

Para akademisi mengatakan, temuan mereka menunjukkan bahwa dukungan Hillary tujuh poin di distrik-distrik yang menggunakan mesin suara elektronik anjlok, dengan distrik-distrik yang menggunakan pemindai optik dan atau surat suara.

Meskipun para akademisi ini tidak memberikan bukti peretasan, mereka menyerukan penghitungan ulang berdasarkan tipisnya kemenangan Trump di tiga negara bagian itu, yaitu kurang dari 2 persen.

Jika Hillary memenangkan suara elektoral di ketiga negara bagian ini, ia akan meraih 274 suara elektoral, sedikit di atas 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk memenangi Pilpres AS.***

Editor:sanbas
Sumber:kompas.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww