Terpilih Jadi Presiden, Donald Trump Ajak Rakyat AS Lupakan Perdebatan Saat Kampanye

Terpilih Jadi Presiden, Donald Trump Ajak Rakyat AS Lupakan Perdebatan Saat Kampanye
Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump menggenggam tangan istirnya Melania Trump setibanya dalam kampanye menjelang pemilihan umum, di Wilmington, Carolina Utara, AS, 5 November 2016.(tempo.co)
Rabu, 09 November 2016 16:29 WIB
NEW YORK - Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump meminta rakyat AS mengesampingkan semua perdebatan panas dalam masa kampanye menjelang pemungutan suara dan bersama-sama membangun negara.

"Sudah saatnya mengesampingkan semua perbedaan dan bersama-sama membangun Amerika Serikat," kata Trump dalam pidato kemenangan pemilihan presiden di depan para pendukungnya di New York, sebagaimana dilaporkan dalam siaran langsung saluran Washington Post, Rabu, 9 November 2016 waktu Jakarta.

Ia membuka pidatonya dengan mengatakan, sudah mendapat ucapan selamat dari Hillary Clinton, lawannya dalam pemilihan ini. "Clinton telah menelpon saya dan mengucapkan selamat kepada kita semua atas kemenangan bersejarah ini," kata Trump.

"Kita berutang budi kepada Clinton karena beliau telah mengabdi selama 30 tahun bagi negara ini. Namun kini saatnya membuat Amerika Serikat hebat kembali," kata dia.

Trump akan menjadi presiden tertua yang pernah terpilih di Amerika Serikat, yakni dalam usia 70 tahun. Istrinya, Melania, merupakan imigran kedua yang berhasil tinggal di Gedung Putih sebagai ibu negara.

Donald Trump berhasil mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat dengan meraih setidaknya 276 suara elektoral, demikian perhitungan dari sejumlah media setempat.

Clinton sendiri tidak akan berpidato mengakui kekalahannya pada saat ini dan meminta pendukungnya untuk tetap menunggu sampai semua suara dihitung, kata manajer kampanye Clinton.

Trump berhasil memenangi suara di sejumlah negara bagian dengan kecenderungan mengambang--bukan merupakan wilayah tradisional Partai Republik maupun Partai Demokrat dan selalu menjadi kunci dalam pemenangan kursi presiden--seperti Ohio dan Florida.

Trump bahkan secara mengejutkan juga merebut sejumlah negara bagian yang diperkirakan oleh jajak pendapat dari Washington Post, akan dimenangi dengan aman oleh Clinton seperti Pennsylvania, Wisconsin, dan Iowa.

Pada 2012, kelima negara bagian itu  dimenangi oleh presiden petahana Barack Obama yang berasal dari Partai Demokrat.***

Editor:sanbas
Sumber:tempo.co
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww