Tembak Kepalanya Sendiri, Briptu Arif Tewas Setelah 2 Jam Dirawat

Tembak Kepalanya Sendiri, Briptu Arif Tewas Setelah 2 Jam Dirawat
Sejumlah polisi berjaga-jaga saat Briptu Arif dirawat di rumah sakit. (kompas.com)
Rabu, 02 November 2016 21:58 WIB
MADIUN - Briptu Arif Bambang Jatmiko, anggota Shabara Polres Madiun Kota, meninggal dunia, Rabu (2/11/2016) sekitar pukul 08.00 WIB. Arif tewas setelah dua jam dirawat di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr Soedono Madiun,

Briptu Arif meninggal lantaran peluru yang ditembakkan dari pistolnya, tembus dari kepala bagian kanan ke kirinya.

Kapolres Madiun Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro yang dikonfirmasi wartawan di RSUP Dr Soedono Madiun membenarkan, Briptu Arif meninggal setelah dirawat selama dua jam. Polisi masih mendalami motif bunuh diri tersebut.

"Dugaan sementara depresi. Kami masih mendalaminya," kata Susatyo.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, korban ditemukan rekan-rekannya tergeletak bersimbah darah di kamar mandi Satuan Sabhara Polres Madiun Kota, Rabu (2/11/2016) pagi.

Rekan-rekan korban mendobrak pintu kamar mandi setelah mendengar suara letusan pistol. Setelah dibuka, korban sudah tergeletak dengan kondisi kepala bersimbah darah. Diduga korban menembak kepalanya sendiri saat berada di dalam kamar mandi karena ditemukan sepucuk senjata api genggam di dekat korban.

"Tadi pagi saat teman-temanya membersihkan kendaraan kantor patroli lalu yang bersangkutan masuk ke kamar mandi dan menembakkan ke kepala dari kepala bagian kanan tembus ke bagian kiri. Dan sempat dirawat dibrumah sakit selama dua jam. Sekitar pukul 08.00 meninggal dunia," kata Susatyo.

Sementara itu, setahun lalu, sebelum tewas bunuh diri, Briptu Arif pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Solo, Jawa Tengah.

"Saat ini Briptu Arif dalam masa rawat jalan. Untuk itulah Briptu Arif ditempatkan sebagai staf di Satuan Sabhara Polres Madiun Kota," kata Susatyo.

Untuk penyebab depresi korban, lanjut Susatyo, dia sudah memerintahkan anggota ke Rumah Sakit Jiwa Solo. Dari rekam medik nanti akan ketahuan penyebab depresinya korban.

"Dari rekam medik nanti akan ketahuan penyebabnya. Pasalnya, korban baru menjadi polisi sekitar lima tahun. Kami akan evaluasi jiwa personel lantaran selama ini teman-temannya juga turut membantu dalam pemulihan," tutur Susatyo.

Di ruang jenazah RSUP Dr Soedono, anggota Shabara Polres Madiun Kota berjaga-jaga. Sebelum dipulangkan ke rumah duka, jenazah korban diautopsi tim dokter setempat.***

Editor:sanbas
Sumber:kompas.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww