Heboh Tafsir Al Maidah 51 'Berubah' pada Alquran Terbitan Terbaru, Ini Penjelasan Kementerian Agama

Heboh Tafsir Al Maidah 51 Berubah pada Alquran Terbitan Terbaru, Ini Penjelasan Kementerian Agama
(dream.co.id)
Minggu, 23 Oktober 2016 07:47 WIB
JAKARTA - Netizen kembali dihebohkan terkait surat Al Maidah ayat 51. Kali ini disebabkan beredarnya gambar terjemahan Al Maidah ayat 51 yang disebut telah berubah dari tafsir sesungguhnya.

Kata aulia dalam ayat tesebut yang lazimnya ditafsirkan ''pemimpin'' konon diubah menjadi ''teman setia''.

Namun Kepala Bidang Pengkajian Al-Qur`an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an, Badan Litbang serta Diklat Kementerian Agama (Kemenag) Muschlis Muhammad Hanafi memastikan tidak ada pengubahan terhadap terjemahan ayat itu.

"Sejak dulu, terjemahan aulia pada Al-Maidah ayat 51 itu teman setia. Tidak ada yang mengubah dan tidak ada berubah," kata Muchlis kepada Dream melalui sambungan telepon, Sabtu, 22 Oktober 2016.

Menurut dia, dalam Alquran yang ditahsih atau dicek oleh Kemenag menemukan jika kata aulia memiliki tiga terjemahan. 

Selain teman setia, jelasnya, kata aulia memiliki arti pemimpin dan pelindung.Kata aulia berterjemahan pemimpin dapat ditemukan pada Surat Ali Imran ayat 28, Surat Annissa ayat 145, dan Al-Maidah 57. Adapun, kata aulia diterjemahkan pelindung dapat ditemukan pada Surat At-Taubah 23.

"Pada Surat Al Maidah ayat 51 dan Surat Al Mumtahanah ayat 1 kata aulia diterjemahkan sebagai teman setia," ucap dia.

Dia menjelaskan, pada terbitan pertama Alquran Kemenag 1965 kata aulia memang tidak mendapat terjemahan beragam. Kata aulia hanya mendapat padanan arti wali.

"Lalu dikasih catatan kaki artinya jamak dari aulia, artinya penolong, pelindung, sahabat, semuanya dipaparkan," ujar dia menerangkan.

Mengenai sangkut paut tafsir Al-Maidah 51 dengan proses kepemimpinan dia enggan menjelaskan. Sebab, memang setiap ulama memiliki tafsir yang berbeda.

"Itu terjadi perbedaan pendapat dengan para ulama, nanti kalau masuk ke sana terlalu jauh. Jadi saya paparkan, fakta dalam terjemahan Kementerian Agama ada tiga, begitu," ucap dia.

Menurut dia, penerjemahan Alquran pada kitab yang beredar memang mengacu pada tafsir Kemenag. Alquran yang telah melewati proses pengecekan Pengkajian Al-Qur`an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an akan mendapat tanda tahsih yang mengacu pada terjemahan dan tafsir Kemenag.***

Editor:sanbas
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww