Sebut Umat Islam Dibohongi Surat Al Maidah, Ahok Dipetisi Warga Jakarta

Sebut Umat Islam Dibohongi Surat Al Maidah, Ahok Dipetisi Warga Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (detik.com)
Jum'at, 07 Oktober 2016 07:56 WIB
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menuai kecaman keras dari masyarakat, khususnya warga Ibu Kota. Kali ini, ucapannya yang dinilai menyinggung masalah SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) menjadi penyebabnya.

Kasus tersebut bermula ketika Ahok mengadakan kunjungan ke Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. Di sana, Ahok sempat menyampaikan arahan di hadapan masyarakat setempat. "Bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya, ya kan dibohongi pakai Surat al-Maidah:51 macem-macem itu," ujar Ahok ketika itu.

Pernyataan Ahok tersebut muncul direkaman video berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik yang diunggah akun YouTube Pemprov DKI berjudul '27 Sept 2016 Gub Basuki T Purnama Kunjungan ke Kep Seribu dlm Rangka Kerja Sama dgn STP'. Kalimat berbau SARA itu terdengar di menit 24 dari detik 15-23 pada rekaman itu.

Atas ucapannya itu, Ahok mendapat kritik keras dari sejumlah kalangan karena dianggap telah melecehkan Alquran. Bahkan, salah seorang warga Jakarta, Irfan Noviandana, pada Rabu (5/10) kemarin mulai membuat petisi di laman www.change.org yang ditujukan kepada sang gubernur.

"Selaku warga negara Indonesia, khususnya masyarakat yang beragama Islam, kami merasa sangat terganggu atas ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang melecehkan ayat suci Alquran," ungkap Irfan.

Ada beberapa poin tuntutan yang diajukan Irfan lewat laman petisi tersebut. Poin yang pertama adalah menuntut permintaan maaf dan rasa penyesalan dari Ahok atas ucapannya yang dinilai melecehkan kitab suci umat Islam.

Poin kedua, meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan langkah serius untuk memperingatkan gubernur DKI Jakarta atas perbuatannya. Selanjutnya, di poin ketiga, Irfan meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan teguran kepada Ahok agar tidak lagi memicu keresahan umat beragama.

Salah satu warga di Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara, M Amin mengatakan, Ahok sama sekali tidak mencerminkan kepribadian seorang pemimpin yang baik. Menurut dia, ucapan sang pejawat (incumbent) kali ini dapat menimbulkan keresahan dan suasana tidak nyaman di kalangan masyarakat Jakarta, terutama umat Islam.

"Selama ini Ahok selalu gembar-gembor kepada para lawan politiknya untuk tidak melakukan kampanye SARA. Tapi, di antara para kandidat gubernur yang ada saat ini, ternyata dia sendiri yang suka menyinggung-nyinggung soal SARA," kata Amin.

Jawaban Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan dirinya tak hendak melecehkan ayat suci Alquran, dalam pidato yang disampaikan pada Rabu (30/9) lalu di Kepulauan Seribu.

Pidato tersebut pada bagian tengahnya menyinggung Pilgub DKI di mana Ahok menyebut tak masalah jika warga tak memilihnya sebagai cagub, salah satunya disebut Ahok dibohongi pakai Surat Al Maidah ayat 51.

"Saat ini banyak beredar pernyataan saya dalam rekaman video seolah saya melecehkan ayat suci Alquran surat Al Maidah ayat 51, pada acara pertemuan saya dengan warga Pulau Seribu," ucap Ahok melalui akun Instagramnya basukibtp, Kamis (6/10/2016).

"Berkenaan dengan itu, saya ingin menyampaikan pernyataan saya secara utuh melalui video yang merekam lengkap pernyataan saya tanpa dipotong. Saya tidak berniat melecehkan ayat suci Alquran, tetapi saya tidak suka mempolitisasi ayat-ayat suci, baik itu Al-Quran, Alkitab, maupun kitab lainnya," tegas Ahok.

Ahok lalu mempersilakan siapa saja untuk menyaksikan video lengkapnya melalui tautan yang dia tampilkan di akun Instagramnya. Link video itu menampilkan pidato utuh Ahok.

"Silakan tonton video lengkapnya di YouTube Pemprov DKI, terutama pada menit ke 23:40 sampai 25:35. Terima kasih," tutup Ahok.

Pidato Ahok dalam video utuh itu sebetulnya pada bagian awal bercerita soal kesan dia mengenai Kepulauan Seribu yang mengingatkan pada kampung halaman di Belitung. Ahok lalu cerita soal program bantuan mulai dari kapal hingga beras miskin.

Ahok juga cerita program-program Pemprov DKI Jakarta, hingga pandangan dia soal birokrasi yang membebani anggaran yaitu Kepulauan Seribu sebagai kabupaten. Sambil berkelakar Ahok menyebut Kepulauan Seribu bisa dibubarkan.

Setelah itu, sampailah pada pernyataan Ahok yang di dalamnya dianggap beberapa pihak menyinggung umat Islam. Berikut kutipan ucapan Ahok di video tersebut:

"Saya ingin cerita ini supaya bapak ibu semangat. Jadi nggak usah pikiran, 'ah... nanti kalau nggak kepilih pasti Ahok programnya bubar', Nggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih, 'karena saya takut masuk neraka', dibodohin gitu ya. Nggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja,".

Video lengkapnya bisa dibuka dari tautan yang disebarkan Ahok. Namun akibat pernyataan kontroversial itu, Ahok dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri dan puluhan ribu orang teken petisi 'Ahok Jangan Lecehkan Ayat Alquran' di change.org.***

Editor:sanbas
Sumber:republik.co.id dan detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww