Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
Peristiwa
16 jam yang lalu
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
2
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur 'Istri Wakapolda'
Peristiwa
16 jam yang lalu
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur Istri Wakapolda
3
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
Hukum
16 jam yang lalu
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
4
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
Kesehatan
16 jam yang lalu
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
5
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
Hukum
20 jam yang lalu
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
6
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
Peristiwa
15 jam yang lalu
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Angin Panas Berkecepatan 60 Kilometer/Jam Terjang Sumbar

Angin Panas Berkecepatan 60 Kilometer/Jam Terjang Sumbar
Ilustrasi angin kencang. (republika.co.id)
Minggu, 23 Februari 2020 11:35 WIB
PADANG - Angin panas dan kering berkecepatan 60 kilometer per jam menerjang Kota Padang, Padangpariaman, Kabupaten Pasaman Barat, Pariaman, Padangpanjang, Agam, Pesisir Selatan, dan beberapa daerah lainnya di Sumatera Barat, sejak beberapa hari lalu.

Dikutip dari Liputan6.com, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, angin ini berasal dari pengaruh angin timur laut di Sumatera Barat yang bergerak ke pusat tekanan rendah di Samudera Hindia.

Kepala BMKG Minangkabau, Sukimin menjelaskan, fenomena angin timur laut ini setelah melewati Bukit Barisan bersifat panas dan kering, sehingga menimbulkan pola inversi udara di lapisan atas atmosfer.

''Kecepatan angin mencapai 300 knots per jam,'' kata Sukimin kepada Liputan6.com, Sabtu (22/2/2020).

Hasil pengamatan udara lapisan atas Stasiun Meteorologi Minangkabau menunjukkan terjadinya proses pemanasan di lapisan 950mb yang menimbulkan inversi suhu udara atau suhu udara lapisan atas di atmosfer relatif lebih hangat dibanding di permukaan.

''Hal itu menyebabkan suhu di sebagian wilayah Sumbar terasa panas,'' katanya.

BMKG memerkirakan angin kencang masih akan melanda Sumbar hingga dua hari ke depan. BMKG pun mengimbau agar masyarakat mewaspadai bencana yang ditimbulkan oleh angin kencang tersebut.

''Angin sekencang ini bisa saja menyebabkan pohon tumbang,'' ujarnya.

Selain itu kelembaban udara yang cenderung kering disertai angin yang kencang meningkatkan kemudahan potensi kebakaran. BMKG menyebutkan dengan kondisi seperti itu, percepatan sebaran kebakaran lahan akan meningkat.

''Jangan membakar sampah di lahan kering atau membuang puntung rokok sembarangan,'' ujar Sukimin. ***

Editor : hasan b
Sumber : liputan6.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www