Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
2
Diberhentikan Tidak Sesuai Prosedur, Tiga Mantan Wali Jorong Gadut Agam Ini Ajukan Somasi
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Diberhentikan Tidak Sesuai Prosedur, Tiga Mantan Wali Jorong Gadut Agam Ini Ajukan Somasi
3
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
GoNews Group
15 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
4
Dua Kakak Beradik di Sumbar Tewas Tertimbun Longsor Saat Tidur Nyenyak Jumat Dini Hari
Peristiwa
15 jam yang lalu
Dua Kakak Beradik di Sumbar Tewas Tertimbun Longsor Saat Tidur Nyenyak Jumat Dini Hari
5
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
20 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
6
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Kesehatan
11 jam yang lalu
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Penumpang Pesawat Nyaris Telan Baut Logam dalam Sup, Begini Tanggapan Singapore Airlines

Penumpang Pesawat Nyaris Telan Baut Logam dalam Sup, Begini Tanggapan Singapore Airlines
Pesawat Singapore Airlines. (kompas.com)
Rabu, 19 Februari 2020 07:39 WIB
JAKARTA - Salah seorang penumpang kelas satu pesawat Singapore Airlines nyaris menelan baut logam yang ada dalam mangkuk sup jamur labu.

Dikutip dari kompas.com yang melansir asianoe, peristiwa tersebut terungkap ke publik setelah penumpang tersebut menceritakan pengalamannya di aplikasi WeChat.

Peristiwa itu terjadi saat penumpang berada dalam penerbangan SQ285 dengan pesawat tipe A380 jurusan Singapura - Aukcland, Selandia Baru pada 1 Januari 2020.

Penumpang tersebut mengaku merasa cukup beruntung karena bisa merasakan benda tajam di mulutnya saat menyeruput sup jamur labu.

''Saya mengeluarkan baut logam dan semua kru mungkin akan terkencing di celananya karena melihat apa yang saya tunjukkan ke mereka,'' tulis dia.

Dia mengatakan bahwa para kru pesawat langsung menawarkan voucher senilai 200 dollar AS atau Rp2.800.000 sebagai kompensasi atas layanan yang dia terima.

''Tetapi, saya tidak lagi memiliki selera di sisa penerbangan,'' kata dia.

Penumpang itu mengatakan, dia kemudian menulis surat ke manajemen Singapore Airlines.

Setelah investigasi dilakukan, Singapore Airlines pun memberikan penjelasan kepada penumpang tersebut.

''Mereka menemukan baut yang hilang berasal dari salah satu blender dapurnya ketika dicampur ke dalam mangkuk sup,'' urai dia.

Baut tersebut berhasil melewati detektor logam dan masuk begitu saja ke dalam ke pesawat, dipanaskan dalam microwave, dan disajikan kepada penumpang.

Penumpang itu pun menambahkan dia tidak menerima kompensasi lebih lanjut untuk insiden itu.

''Sulit dipercaya voucher senilai 200 dollar AS untuk penumpang kelas satu untuk membenarkan pengalaman yang telah dihilangkan oleh Singapore Airlines,'' tulis dia.

''Bagaimana menurut anda?'' tambah dia.

Di akhir artikel, dia mengatakan akan memberikan nilai untuk perjalanannya lima bintang dari lima jika bukan karena insiden baut.

Dia juga menulis, dalam hal tersebut, tidak peduli seberapa hebat pesawat A380 ini dan betapa bagusnya kru Singapore Airlines, tetapi sangat memalukan bahwa insiden seperti itu terjadi di dalam penerbangan Singapore Airlines dan bagaimana mereka menanganinya.

Tanggapan Singapore Airlines

Menanggapi hal tersebut, seorang juru bicara SIA mengatakan:

''Singapore Airlines menyesal bahwa seorang penumpang yang bepergian dengan penerbangan SQ285 dari Singapura ke Auckland pada 1 Januari 2020 telah menemukan sebuah baut di salah satu makanan yang disajikan di atas pesawat.

Kami dengan tulus meminta maaf kepada penumpang atas insiden yang tidak menguntungkan ini dan kesusahan yang ditimbulkannya.

Kami segera bekerja dengan penyedia katering untuk memeriksa semua peralatan dapur dan perlengkapan lainnya.

Staf juga diingatkan untuk mematuhi prosedur keamanan penanganan makanan yang ketat.

Untuk mencegah berulangnya kejadian serupa, katering kami menerapkan deteksi logam untuk semua makanan yang disiapkan di fasilitas mereka dan mereka juga mengeksplorasi peralatan dapur baru yang dapat mengurangi risiko ini.

Kami berharap semua makanan kami memenuhi standar keamanan tinggi secara konsisten dan kami kecewa dengan penemuan ini.''***

Editor : hasan b
Sumber : kompas.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www