Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
GoNews Group
23 jam yang lalu
Rahmad Darmawan Nilai Pemain Depan Madura United Kurang Tenang
2
Pilkada 2020, Tito Tunjuk 4 Pejabat jadi Pjs. Gubernur
GoNews Group
20 jam yang lalu
Pilkada 2020, Tito Tunjuk 4 Pejabat jadi Pjs. Gubernur
3
Anggota Dewan Bermesraan dengan Istri Saat Rapat Virtual Bahas Anggaran, Begini Kejadiannya
Internasional
20 jam yang lalu
Anggota Dewan Bermesraan dengan Istri Saat Rapat Virtual Bahas Anggaran, Begini Kejadiannya
4
RSO Dan Mimi Irawan Berharap Rudy Hartono Cepat Sembuh
GoNews Group
20 jam yang lalu
RSO Dan Mimi Irawan Berharap Rudy Hartono Cepat Sembuh
5
HNW: Pencabutan Klaster Pendidikan Bukti RUU Ciptaker Bermasalah
Pemerintahan
21 jam yang lalu
HNW: Pencabutan Klaster Pendidikan Bukti RUU Ciptaker Bermasalah
6
TPS Keliling Riskan Kecurangan, DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang
GoNews Group
22 jam yang lalu
TPS Keliling Riskan Kecurangan, DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang

Rahimnya Ditarik Dokter karena Disangka Plasenta, Ibu Muda Kehilangan Nyawa Saat Melahirkan

Rahimnya Ditarik Dokter karena Disangka Plasenta, Ibu Muda Kehilangan Nyawa Saat Melahirkan
Alisa Tepikina (kira). (metro.co.uk)
Jum'at, 18 Oktober 2019 17:42 WIB
MOSKOW - Alisa Tepikina, seorang ibu berusia 22 tahun dari Rusia, kehilangan nyawanya saat melahirkan karena kekeliruan dokter.

Dokter yang menanganinya ternyata secara tidak sengaja telah menarik rahim Alisa keluar.

Dikutip dari grid.id yang melansir dari World Of Buzz pada Jumat (18/10/2019), pada saat itu Alisa menjerit kesakitan ketika dokter wanita mencoba menarik dan melepaskan plasentanya.

Jerit kesakitan Alisa itu ternyata disebabkan oleh rahimnya yang tertarik keluar.

Penyelidikan menyebutkan bahwa insiden ini adalah kelalaian dokter yang menangani Alisa.

Sebab apa yang dikeluarkan oleh dokter bukanlah plasenta melainkan rahim yang posisinya tengah terbalik.

''Plasenta memang seharusnya dilepas secara manual oleh dokter di bawah pengaruh bius, tetapi penarikan tali pusar yang tidak terkontrol atau tidak tepat, akan menyebabkan inversi penuh di rahim,'' ungkap paramedis.

Setelah itu, organ wanita yang ditarik keluar didorong masuk kembali namun sudah terlambat.

''Rahim dapat diposisikan kembali dalam waktu 4 jam 15 menit, namun terjadi pendarahan hebat dan syok yang ireversibel telah berkembang, bersama dengan gagal jantung.''

Kelalaian dokter menyebabkan hilangnya banyak darah, syok yang ireversibel, gagal jantung dan kematian pasien.

Rahim Alisa telah ditarik keluar sepenuhnya dan menyebabkan dia mengalami koma hingga meninggal akibat gagal jantung.

Kini kepala dokter di rumah sakit tersebut mengklaim bahwa insiden itu disebabkan oleh inversi spontan rahim.

Itu adalah kondisi medis yang jarang terjadi, sebab letak rahim terbalik berada di posisi luar.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala pendarahan postpartum, sakit perut, massa di vagina, dan tekanan darah rendah.

Kepala dokter di rumah sakit tersebut mengaku ini bukanlah kekerasan yang sengaja dilakukan terhadap pasien.

Insiden ini disebut murni ketidaksengajaan, namun paramedis lain masih menolak pernyataan tersebut dan kembali dilakukan analisis

Tetapi kesalahan dokter ini telah menyebabkan pasien kehilangan nyawa.

Kini dokter tersebut harus menghadapi tiga tahun penjara karena kematian pasiennya.

Sementara sang bayi yang selamat diserahkan kepada pihak keluarga.***

Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:Ragam

wwwwww