Hasil Penelitian, Berat Badan Bisa Dikurangi dengan Menambah Waktu Tidur 90 Menit

Hasil Penelitian, Berat Badan Bisa Dikurangi dengan Menambah Waktu Tidur 90 Menit
Ilustrasi. (tribunnews.com)
Senin, 15 Januari 2018 06:30 WIB
LONDON - Penelitian yang dilakukan King's College London, Inggris, menyimpulkan, menambah waktu tidur sekitar 90 menit bisa mengurangi berat badan. Hasil penelitian itu telah dipublikasikan dalam jurnal kesehatan, American Journal of Clinical Nutrition.

Dikutip dari republika.co.id, berdasarkan penelitian sebelumnya, kekurangan tidur dapat meningkatkan faktor risiko obesitas, karena kondisi tersebut mengubah level hormon yang mengendalikan nafsu makan. Tidak hanya itu, kondisi kurang tidur juga memicu hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan, sehingga orang akan lebih banyak.

Berangkat dari studi tersebut, tim peneliti King's College London pun akhirnya berhasil menemukan kesimpulan baru dalam penelitian terbaru. Orang yang memiliki waktu tidur lebih lama, sekitar 90 menit, cenderung untuk tidak memilih makanan-makanan manis atau karbohidrat secara berlebihan.

Dengan menambah waktu tidur dalam satu pekan, orang memiliki kecenderungan untuk memilih mengonsumsi makanan yang lebih sehat, setidaknya kurang dari 10 gram gula setiap hari. Peneliti senior dari Fakultas Ilmu Nutrisi King's College London, Dr Wendy Hall, mengungkapkan, menambah waktu tidur bisa mengurangi keinginan untuk mengonsumsi gula lebih banyak dalam satu hari.

''Gula ini termasuk kandungan gula yang terdapat dalam produk-produk makanan, atau menambahkan gula pada saat memasak dan saat membuat minuman, seperti menambahkan gula di sirup, jus, ataupun kue. Artinya, perubahan kecil dalam gaya hidup, dalam hal ini durasi tidur, mungkin bisa membantu orang untuk mengkonsumsi makanan yang lebih sehat,'' tutur Wendy seperti dikutip The Telegraph.

Dalam penelitian tersebut, 21 orang, yang biasa tidur kurang dari tujuh jam sehari, diminta untuk mengikuti sesi konseling guna mengubah kebiasaan tidur mereka. Sehingga, mereka bisa memiliki waktu tidur yang lebih lama. Tidak hanya itu, mereka juga diminta untuk menjaga konsistensi waktu tidur setiap malam, menghindari kafein, makan sebelum tidur, dan mencoba rileks dan santai setiap malam.

Akhirnya, selama satu pekan, rata-rata para responden bisa menambah waktu tidur 90 menit lebih lama dibanding sebelumnya. Perubahan pola diet para responden pun berubah selama sepekan tersebut. Mereka secara alami mengurangi asupan gula dan karbohidrat. Sebaliknya, tidak ada perubahan pola diet di dalam populasi kontrol, yang tidak menambah waktu tidurnya.

Ketua tim peneliti, Haya Al Khatib, mengungkapkan, durasi dan kualitas tidur adalah area yang bisa ditingkatkan terkait upaya meningkatkan kesehatan. Selama ini, tutur Haya, rendahnya durasi dan kualitas tidur memang kerap dihubungkan dengan berbagai peningkatan risiko gangguan kesehatan. Penelitian tersebut telah menunjukan kebiasaan tidur bisa diubah dengan mudah, terutama pada orang dewasa, dengan pendekatan yang lebih personal.

''Penelitian ini juga menemukan, meningkatkan waktu tidur selama satu jam atau lebih bisa membawa Anda untuk memilih makanan yang lebih sehat. Hal ini memperkuat hubungan antara rendahnya durasi tidur dengan pola diet yang buruk, yang telah diteliti pada studi sebelumnya,'' tutur Haya.

Pengajar di King'S College London itu berharap, pada masa mendatang, hasil temuan ini bisa menjadi dasar penelitian-penelitian lanjutan, dengan waktu penelitian yang lebih lama. Terutama dalam mempelajari kaitan asupan nutrisi dengan penambahan durasi dan kualitas tidur, secara lebih mendetail.

''Penelitian tersebut nantinya diharapkan bisa dilakukan terhadap populasi yang memiliki risiko tinggi terhadap obesitas ataupun penyakit kardiovaskular,'' ujar Haya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

GoSumbar.com Tak Merasa Hamil dan Siklus Haid Lancar, Gadis 18 Tahun Ini Kaget Tiba-tiba Melahirkan Bayi, Begini Penjelasan Dokter
GoSumbar.com Ibu Mertua Kepergok Menantu Lubangi Semua Kondom di Kamar, Ternyata Ini Tujuannya
GoSumbar.com Ingat, Supermoon Terbesar dan Paling Terang Terjadi Besok Malam
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Hembuskan Nafas Terakhir Beberapa Jam Usai Dinikahi Tunangannya
GoSumbar.com Kasur Ini Bisa Deteksi Pasangan Berselingkuh, Begini Sistim Kerjanya
GoSumbar.com Rasulullah SAW Suruh Umatnya Duduk Saat Buang Air Kecil, Ternyata Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Pria
GoSumbar.com Tradisi Unik, Para Wanita di Pegunungan Himalaya Miliki Beberapa Suami, Ini Sejumlah Alasannya
GoSumbar.com Unik, Wanita Suku Ini Boleh Berganti Suami Setiap Malam
GoSumbar.com Rutinlah Konsumsi Buah Nangka, Ini 8 Khasiatnya bagi Kesehatan, Termasuk Cegah Kanker dan Turunkan Berat Badan
GoSumbar.com Masyarakat Korsel Pilih Pelihara Hewan dari pada Punya Anak, Ini Penyebabnya
GoSumbar.com Tunda Pengobatan Leukimia Demi Bayinya, Brianna Meninggal Bebeberapa Hari Usai Melahirkan
GoSumbar.com Model Supercantik Ini Ternyata Bukan Manusia, Melainkan . . . .
GoSumbar.com Dihujat karena Masih Susui Putranya Berusia 7 Tahun, Begini Jawaban Wanita Ini
GoSumbar.com Cerai dengan Jeff Bezos, MacKenzie Mendadak Jadi Wanita Terkaya di Dunia, Hartanya Rp978,24 Triliun
GoSumbar.com Mengenang Ayah Prabowo Subianto, Sumitro Djojohadikusumo Sang Begawan dan Arsitek Ekonomi Indonesia, Mengubah Struktur Kolonial ke Nasional
GoSumbar.com Tampil Kompak, Prabowo - Sandiaga Dinilai Paling Cocok Pimpin Indonesia
GoSumbar.com Cerai dengan Jeff Bezos, Wanita Ini Bakal Terima Rp967,5 Triliun
GoSumbar.com Beruntunglah Orangtua Memiliki Anak Perempuan, Ini Keutamaannya
wwwwww