Ilmuwan Soviet Kawin Silangkan Manusia dengan Kera, Hasilnya . . . .

Ilmuwan Soviet Kawin Silangkan Manusia dengan Kera, Hasilnya . . . .
Ilustrasi. (liputan6.com)
Rabu, 04 Oktober 2017 12:00 WIB
MOSKOW - Ilmuwan Uni Soviet Ilya Ivanov menjadi populer karena keberhasilannya melakukan kawin silang beberapa jenis mamalia. Seperti kawin silang kuda dengan keledai, yang menghasilkan zeedonk.

Keberhasilan itu mendorong Ivanov mencoba melangkah lebih jauh, yakni mengupayakan kawin silang manusia dengan kera.

Beberapa tahun kemudian, eksperimen-eksperimen nyeleneh Ivanov menjadi perhatian Stalin yang konon meminta para ilmuwan untuk mengembangkan ras campuran manusia-kera menjadi tentara yang sangat kuat dan bertugas dalam militer Soviet.

Sebenarnya rencana seperti itu tidak pernah ada dalam pemikiran Stalin. Bahkan pembentukan kekuatan tempur pun sebenarnya tidak pernah menarik bagi Ivanov. Ia hanya ingin membuktikan bahwa penciptaan manusia-kera (humanzee) memang bisa dilakukan.

Seperti dikutip dari ranker.com pada Selasa (3/10/2017), kisah sebenarnya sehingga Ivanov mendapatkan sedikit pendanaan untuk eksperimen malah lebih seru.

Tapi benarkah Stalin terlibat dalam proyek kera-manusia?

Josef Stalin mudah saja dipersalahkan untuk berbagai kejahatan karena – dalam banyak kasus – diktator itu memang bersalah dalam banyak kejahatan.

Tapi dugaan bahwa ia mendorong, mendanai, atau mengarahkan proyek untuk menciptakan ras campuran manusia-kera adalah tidak benar.

Kemajuan ilmu pengetahuan saat itu memang menjadi lahan subur bagi berbagai eksperimen dan program yang aneh bahkan tidak etis.

Misalnya eugenik untuk pemuliaan ras tertentu dan menjadi bukti bahwa kelompok orang dengan kekuasaan dan kekuatan keuangan penasaran menggunakan ilmu pengetahuan untuk menguasai dan mengendalikan populasi.

Jika bukan Stalin, lalu siapa?

Ilya Ivanov adalah seorang ilmuwan terhormat dengan dedikasi tinggi kepada dunia baru yang dihadirkan oleh kemungkinan-kemungkinan ilmiah pada pergantian abad ke-20.

Ia tidak merasa perlu mempertanyakan apakah ada sesuatu yang harus dilakukannya atau apakah hal itu secara teknis mungkin dilakukan. Dengan demikian, ia bersinggungan dengan masalah etika.

Sebagian besar karirnya berkutat pada masalah peternakan untuk memperbaiki keturunan kuda. Ia dikenal di seluruh dunia melalui penelitian dan kesuksesan melakukan inseminasi buatan.

Ia bahkan berhasil menciptakan beberapa ternak persilangan (hibrida), misalnya campuran zebra dan keledai (dikenal sebagai zeedonk).

Ivanov sebenarnya telah membicarakan, menulis, dan mengajar tentang kemungkinan kawin silang manusia dan kera sejak 1910.

Dalam masa gunjang-ganjing setelah Revolusi Bolshevik 1917, Ivanov merasa berada pada waktu yang tepat untuk mendekati rezim baru dan meminta pendanaan penelitian.

Baginya, penelitian itu bukan untuk mengembangkan prajurit-prajurit super, tapi untuk melakukan prosedur inseminasi buatan secara umum seperti yang telah dilakukannya. Tapi, ia ingin mulai melakukannya pada manusia.

Ia tidak mendapat dukungan dan sama sekali tidak ada dana yang diberikan oleh Stalin.

Baru pada 1926, pemerintah Uni Soviet, yang dalam hal ini diwakili oleh Komisi Keuangan Soviet melalui persetujuan Akademi Ilmu Pengetahuan Soviet, memberinya dana penelitian dalam jumlah setara US$ 10 ribu untuk mereka-reka kemungkinan penciptaan manusia-kera.

Inseminasi Sperma Manusia pada Kera Betina

Bermodalkan uang hibah tersebut, Ivanov dan tim tiba di stasiun penelitian di Guyana Prancis pada Maret 1926.

Di sana, para pemburu lokal menangkap beberapa simpanse liar dan membawanya kepada para peneliti untuk keperluan eksperimen.

Akhirnya Ivanov memilih 3 simpanse betina yang kemudian mendapat inseminasi sperma manusia. Setelah gagal, ia mengalihkan pendanaan dan waktu yang terbatas untuk melakukan sesuatu yang lain.

Ia berencana melakukan inseminasi sperma simpanse pada beberapa wanita Afrika yang tidak diberitahu asal sperma.

Rencana tersebut ditolak oleh Paul Poiret yang menjadi Gubernur Guyana Prancis pada masa itu. Ivanov diusir kembali ke Rusia.

Kembali ke Uni Soviet, Ivanov meneruskan rencana. Ia meminta kiriman 20 simpanse jantan dan betina dari Afrika untuk membangun penangkaran simpanse di Uni Soviet.

Sayangnya, sebanyak 16 simpanse mati karena cuaca dingin Eropa. Ia membawa sisa 4 simpanse ke kawasan hangat dalam wilayah Uni Soviet.

Di kawasan itu, Ivanov berhasil membujuk 5 wanita lokal untuk mendapat inseminasi dengan sperma simpanse. Lagi-lagi, ia gagal melakukannya karena 4 hewan yang tersisa itu pun akhirnya mati setelah tiba di tempat baru.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam
wwwwww