Saatnnya Berhenti Gunakan Kantung Plastik, Ini 5 Alasannya

Saatnnya Berhenti Gunakan Kantung Plastik, Ini 5 Alasannya
Ilustrasi. (int)
Rabu, 20 September 2017 08:56 WIB
JAKARTA - Meski menyadari dampak buruk penggunaan barang berbahan plastik, termasuk kantung plastik, namun banyak orang masih suka menggunakannya karena alasan lebih praktis.

Limbah plastik tak hanya berdampak buruk terhadap diri pengguna, namun juga terhadap lingkungan, seperti yang dilansir laman Marie Claire berikut ini.

1. Butuh seabad untuk terurai

Butuh 100 tahun agar sebuah kantong plastik bisa terurai dan hanya bisa terjadi jika terpapar udara serta sinar matahari. Daripada menumpuk lebih banyak sampah di kemudian hari, lebih baik gunakan tas serbaguna untuk membawa belanjaan atau barang yang Anda perlukan.

2. Tidak semua orang melakukan daur ulang

Menurut statistik di Inggris, hanya terdapat 14 persen plastik yang bisa didaur ulang dari keseluruhan plastik yang beredar. Bahkan, 50 persen di antaranya tidak pernah benar-benar didaur ulang karena tidak dibuang dengan benar, mengingat sedikitnya orang yang sadar untuk memilah sampah.

3. Jumlah bombastis minuman kemasan

Bayangkan berapa banyak orang yang gemar membeli minuman kemasan sekali buang alih-alih membawa botol minum nonplastik. Bahkan, hitungan rata-rata dari sampah minuman kopi di Inggris saja mencapai tujuh juta cangkir plastik setiap harinya.

4. Peningkatan buangan limbah

Pakar lingkungan memprediksi bahwa pada 2050, lautan akan dipenuhi sampah botol plastik yang jumlahnya lebih banyak dari ikan. Saat ini saja, 10 persen sampah di Sungai Thames, Inggris, adalah botol plastik yang telah meracuni ikan karena tak sengaja termakan.

5. Mengotori dasar lautan

Berhentilah memboroskan kemasan plastik karena sampah Anda secara global terkumpul jadi 12,2 juta ton limbah yang mengotori lautan setiap tahun. Sebanyak 94 persen dari jumlah tersebut berakhir di dasar lautan yang membuat indahnya terumbu karang diselimuti sampah tidak terurai.

6. Dampak buruk kesehatan

Bahan kimia seperti BPA dan phthalates digunakan untuk membuat plastik dan resin. Ketika terpapar suhu panas, bahan tersebut bisa mengontaminasi isi dalam wadah dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

GoSumbar.com Tak Merasa Hamil dan Siklus Haid Lancar, Gadis 18 Tahun Ini Kaget Tiba-tiba Melahirkan Bayi, Begini Penjelasan Dokter
GoSumbar.com Ibu Mertua Kepergok Menantu Lubangi Semua Kondom di Kamar, Ternyata Ini Tujuannya
GoSumbar.com Ingat, Supermoon Terbesar dan Paling Terang Terjadi Besok Malam
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Hembuskan Nafas Terakhir Beberapa Jam Usai Dinikahi Tunangannya
GoSumbar.com Kasur Ini Bisa Deteksi Pasangan Berselingkuh, Begini Sistim Kerjanya
GoSumbar.com Rasulullah SAW Suruh Umatnya Duduk Saat Buang Air Kecil, Ternyata Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Pria
GoSumbar.com Tradisi Unik, Para Wanita di Pegunungan Himalaya Miliki Beberapa Suami, Ini Sejumlah Alasannya
GoSumbar.com Unik, Wanita Suku Ini Boleh Berganti Suami Setiap Malam
GoSumbar.com Rutinlah Konsumsi Buah Nangka, Ini 8 Khasiatnya bagi Kesehatan, Termasuk Cegah Kanker dan Turunkan Berat Badan
GoSumbar.com Masyarakat Korsel Pilih Pelihara Hewan dari pada Punya Anak, Ini Penyebabnya
GoSumbar.com Tunda Pengobatan Leukimia Demi Bayinya, Brianna Meninggal Bebeberapa Hari Usai Melahirkan
GoSumbar.com Model Supercantik Ini Ternyata Bukan Manusia, Melainkan . . . .
GoSumbar.com Dihujat karena Masih Susui Putranya Berusia 7 Tahun, Begini Jawaban Wanita Ini
GoSumbar.com Cerai dengan Jeff Bezos, MacKenzie Mendadak Jadi Wanita Terkaya di Dunia, Hartanya Rp978,24 Triliun
GoSumbar.com Mengenang Ayah Prabowo Subianto, Sumitro Djojohadikusumo Sang Begawan dan Arsitek Ekonomi Indonesia, Mengubah Struktur Kolonial ke Nasional
GoSumbar.com Tampil Kompak, Prabowo - Sandiaga Dinilai Paling Cocok Pimpin Indonesia
GoSumbar.com Cerai dengan Jeff Bezos, Wanita Ini Bakal Terima Rp967,5 Triliun
GoSumbar.com Beruntunglah Orangtua Memiliki Anak Perempuan, Ini Keutamaannya
wwwwww