Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tuntut Denny Siregar Diadili, Ribuan Massa Forum Mujahid Gelar Aksi Bela Santri
GoNews Group
13 jam yang lalu
Tuntut Denny Siregar Diadili, Ribuan Massa Forum Mujahid Gelar Aksi Bela Santri
2
Forum Mujahid Pastikan Denny Siregar Ketemu Batunya di Tasikmalaya
GoNews Group
13 jam yang lalu
Forum Mujahid Pastikan Denny Siregar Ketemu Batunya di Tasikmalaya
3
Bahas RUU HIP, Try Sutrisno dan Purnawirawan TNI Akan Temui Pimpinan MPR Hari Ini
Politik
15 jam yang lalu
Bahas RUU HIP, Try Sutrisno dan Purnawirawan TNI Akan Temui Pimpinan MPR Hari Ini
4
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
GoNews Group
15 jam yang lalu
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
5
Meski Bersaing dengan Ribuan Makanan, Rendang Tetap Salah Satu Favorit Dunia
Ekonomi
16 jam yang lalu
Meski Bersaing dengan Ribuan Makanan, Rendang Tetap Salah Satu Favorit Dunia
6
Hari Ini Tiba di Jakarta, Besok, Jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi Diberangkatkan ke Pekanbaru
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Hari Ini Tiba di Jakarta, Besok, Jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi Diberangkatkan ke Pekanbaru
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Begini Jawaban Rasulullah Ketika Seorang Pemuda Minta Izin Berzina

Begini Jawaban Rasulullah Ketika Seorang Pemuda Minta Izin Berzina
Ilustrasi. (int)
Minggu, 31 Januari 2016 17:33 WIB
PARA sahabat marah. Mereka hendak memukuli seorang pemuda. Sebab, permintaan pemuda itu kepada Rasulullah, menurut para sahabat, sudah keterlaluan dan kurang ajar.

“Wahai Rasulullah izinkan aku berzina,” demikian kalimat pemuda itu yang membuat para sahabat marah.

Namun, tidak demikian dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. “Mendekatlah,” Beliau memanggil pemuda tersebut. Wajah Rasulullah tetap teduh, tak ada kemarahan, tak ada kata-kata kasar.

“Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada ibumu?” tanya Rasulullah. “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah. Semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu” “Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa ibu-ibu mereka.”

“Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada putrimu?” Rasulullah melanjutkan sabdanya.

“Tidak, demi Allah wahai Rasulullah” “Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa putri-putri mereka.”

“Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada bibi-bibimu, saudari ayahmu?” “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah” “Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa bibi-bibi mereka.”

“Apakah engkau suka jika hal itu dilakukan kepada bibi-bibimu, saudari ibumu?” “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah” “Demikian juga orang lain, mereka tidak ingin hal itu menimpa bibi-bibi mereka.”

Setelah pemuda tersebut menyadari bahwa tak ada seorang pun yang rela ibu, putri dan kerabatnya dizinai sebagaimana dirinya sendiri juga tidak rela jika hal itu terjadi pada ibu, putri dan kerabatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas meletakkan tangan beliau kepada pemuda itu sambil mendoakannya:

“Ya Allah… ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.”

“Setelah itu,” kata Abu Umamah yang menceritakan kisah pemuda tersebut dalam hadits, “pemuda tersebut tidak pernah melirik apapun.” Perbuatan zina menjadi hal yang paling dibencinya.

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah guru terbaik. Murabbi terbaik. Dai terbaik. Pemimpin terbaik. Beliau pribadi yang lemah lembut dan penyayang. Senantiasa mencintai dan menyayangi umatnya.

Beliau tak mau ada umatnya yang tersesat. Beliau tak mau ada umatnya yang masuk neraka. Maka beliau mendakwahi mereka dengan cara terbaik. Beliau menunjukkan, tidak menyalahkan. Beliau membimbing, tidak menghardik. Beliau merangkul, tidak memukul. Beliau mengasihi, tidak menghakimi. Maka ratusan ribu hati luluh sebagaimana pemuda tadi.(muchlisin BK/bersamadakwah)***

Editor : sanbas
Sumber : bersamadakwah
Kategori : Ragam

Loading...
www www