Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
9 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
2
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
GoNews Group
3 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
3
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
4
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
Politik
20 jam yang lalu
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
5
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Ekonomi
3 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
6
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
GoNews Group
11 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Data Terbaru Korban Virus Corona, Lebih 900 Tewas dan 40.000 Orang Terinfeksi

Data Terbaru Korban Virus Corona, Lebih 900 Tewas dan 40.000 Orang Terinfeksi
Petugas kesehatan memeriksa pasien terinfeksi virus corona. (sindonews.com)
Senin, 10 Februari 2020 09:09 WIB
JAKARTA - Virus corona Wuhan terus merenggut korban jiwa. Data terbaru, Senin (10/2/2020), jumlah korban tewas sudah lebih 904 orang. Sedangkan jumlah terinfeksi lebih 40.000 orang.

Dikutip dari kompas.com yang melansir CNN, otoritas kesehatan Provinsi Hubei, China, melaporkan tambahan 91 orang meninggal dunia karena virus corona di Hubei pada Ahad (9/2/2020) siang.

Angka kematian ini meningkatkan total kematian di episenter virus corona baru ini menjadi 871 kasus.

Jadi, total jumlah kematian di daratan China akibat virus corona telah mencapai 902 orang.

Sementara, kasus kematian yang terjadi di luar daratan China berjumlah dua kasus, yaitu satu kasus di Filipina dan satu kasus di Hong Kong.

Oleh karena itu, data terbaru menunjukkan bahwa total kasus kematian di seluruh dunia yang disebabkan oleh virus ini setidaknya berjumlah 904 kasus.

Adapun, menurut data real time yang dikumpulkan oleh John Hopkins University dari berbagai sumber, data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kematian akibat virus corona di seluruh dunia telah mencapai 907 kasus.

Berikut rincian lokasi dari kasus kematian akibat virus corona:

- 871 kematian di Hubei

- 7 kematian di Heilongjiang

- 6 kematian di Henan

- 3 kematian di Hainan

- 2 kematian di Gansu

- 2 kematian di Beijing

- 2 kematian di Hebei

- 2 kematian di Chongqing

- 1 kematian di Guangxi

- 1 kematian di Anhui

- 1 kematian di Sinchuan

- 1 kematian di Jilin

- 1 kematian di Hunan

- 1 kematian di Shandong

- 1 kematian di Guangdong

- 1 kematian di Guizhou

- 1 kematian di Shanghai

- 1 kematian di Tianjin

- 1 kematian di Filipina

- 1 kematian di Hong Kong

Komisi Kesehatan Nasional China kemudian mengonfirmasi kembali adanya penambahan jumlah kematian pada Ahad (9/2/2020) malam menjadi 908 kasus. 

Jadi, total kematianmenjadi berjumlah 910 kasus. 

Otoritas Hubei juga mengonfirmasi tambahan kasus infeksi sebanyak 2.618 pada Ahad (9/2/2020).

Jumlah ini menambah total kasus infeksi di Hubei menjadi sebanyak 29.631.

Sementara, jumlah kasus infeksi secara global yang terkonfirmasi sudah mencapai lebih dari 40.000 kasus dengan 3.246 orang yang berhasil sembuh.

Kasus terinfeksi ini tersebar di lebih dari 25 negara di dunia dengan kecepatan penyebaran terbesar masih berada di China. 

Jumlah kematian yang disebabkan oleh virus corona ini kini telah melebihi jumlah total kematian yang disebabkan oleh SARS, virus yang juga mewabah pada tahun 2003.

Saat mewabah pada 2003, SARS menewaskan 774 orang di seluruh dunia.

Atas keadaan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mengirimkan tim ke China untuk menginvestigasi wabah virus corona.

Ketua tim direncanakan pergi pada Senin atau Selasa pekan ini.***

Editor : hasan b
Sumber : kompas.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www