Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
12 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
22 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
3
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Politik
22 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
4
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
Hukum
18 jam yang lalu
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
5
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
18 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
6
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Pasaman Barat
14 jam yang lalu
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Ratusan Korban Banjir di Solok Selatan Terserang Penyakit, Sebagian Balita dan Anak-anak

Ratusan Korban Banjir di Solok Selatan Terserang Penyakit, Sebagian Balita dan Anak-anak
Petugas medis memeriksa kesehatan bocah korban banjir di Solok Selatan. (kompas.com)
Selasa, 03 Desember 2019 17:41 WIB
ARO SUKA - Kondisi ratusan warga korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, sangat memprihatinkan.

Dikutip dari kompas.com, mereka mulai terserang penyakit. Sebagian diantara korban banjir yang sakit tersebut merupakan balita dan anak-anak.

"Sejak disiagakan pada 23 November lalu hingga kemarin sudah ada 712 warga yang terserang penyakit dan melakukan pengobatan di Puskesmas,'' kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman yang dihubungi Kompas.com, Selasa (3/12/2019).

Mereka terserang penyakit kulit, diare, demam, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), alergi, hipertensi hingga trauma.

Novirman menyebutkan hingga masa tanggap darurat, pihaknya terus menyiagakan petugas selama 24 jam di Puskesmas Muara Labuh, Pakan Rabaa, Pakan Salasa dan Lubuk Gadang.

Selain itu, sebanyak 10 petugas disiagakan di dua posko pengungsian di Balai Adat Pakan Rabaa dan Simpang Salak, mulai dari tenaga dokter, perawat hingga sanitarian.

''Selain itu, kita juga dibantu oleh tim trauma healing dari Universitas Andalas untuk mengembalikan psikologi korban bencana,'' kata Novirman.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, akhirnya menetapkan status tanggap darurat akibat bencana banjir selama 14 hari, terhitung mulai Jumat (22/11/2019).

Banjir terparah merendam empat kecamatan yakni Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Sangir, Pauh Duo.

Akibatnya, 6.197 orang mengungsi, 1.952 rumah terendam, 26 rumah warga serta 14 bangunan lainnya mengalami kerusakan.***

Editor : hasan b
Sumber : Kompas.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www