Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
Politik
21 jam yang lalu
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
2
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
Peristiwa
24 jam yang lalu
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
3
PSBB Transisi, Kendaraan Pribadi Boleh Angkut Penumpang Penuh asal Satu Keluarga
Pemerintahan
22 jam yang lalu
PSBB Transisi, Kendaraan Pribadi Boleh Angkut Penumpang Penuh asal Satu Keluarga
4
Balita Usia 1,5 Tahun di Pekanbaru Ditenggelamkan, Kepalanya Dibenturkan ke Dinding Lalu Diinjak Oleh Ayah Tiri Hingga Tewas
Peristiwa
24 jam yang lalu
Balita Usia 1,5 Tahun di Pekanbaru Ditenggelamkan, Kepalanya Dibenturkan ke Dinding Lalu Diinjak Oleh Ayah Tiri Hingga Tewas
5
Tak Punya Riwayat Perjalanan Keluar Daerah, Pejabat Solok Selatan Ini Positif Covid-19
Solok Selatan
24 jam yang lalu
Tak Punya Riwayat Perjalanan Keluar Daerah, Pejabat Solok Selatan Ini Positif Covid-19
6
Tagihan Listrik Melonjak, Ini Penjelasan PLN
Peristiwa
13 jam yang lalu
Tagihan Listrik Melonjak, Ini Penjelasan PLN
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Sempat Merasa Lucu, Ini Alasan Nadiem Makarim Terima Jabatan Mendikbud

Sempat Merasa Lucu, Ini Alasan Nadiem Makarim Terima Jabatan Mendikbud
Mendikbud Nadiem Makarim. (tempo.co)
Rabu, 06 November 2019 17:21 WIB
JAKARTA - Nadiem Makarim mengaku sempat merasa lucu ketika Presiden Joko Widodo (Widodo) meminta dirinya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

''Mengapa saya, karena ini lucu, saya mempertanyakan kepada Pak Jokowi, kenapa saya? Yakin? Tapi ada dua hal,'' ujar Nadiem dalam rapat kerja Kemdikbud dengan anggota DPR Komisi X di Komplek Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019), seperti dikutip dari tempo.co.

''Beliau beberapa kali bertemu selalu memberikan masukan akan seperti apa perubahan teknologi dan dari sisi kebijakan bagaimana menghadapi industri 4.0,'' sambungnya.

Dari semua diskusi yang dilakukan Nadiem dan jokowi, selalu berakar pada sumber daya manusia (SDM) unggul. Menurut Nadiem, meskipun dirinya berasal dari bidang teknologi, tapi dia fokus pada SDM, ketika mendirikan perusahan GoJek yang sudah berkembang sekarang. ''Semuanya manusianya,'' katanya.

Berawal dari itu, Nadiem menambahkan, timbul ide-ide bahwa semua permasalahan masa depan bisa ditangani jika SDM mempunyai karakteristik. Ada adabtibility, flexibility, kemampuan kerja sama tim, dan kemampuan berkomunikasi.

''Ini kalau kita gabungkan akan menjadi manusia yang bisa menghadapi masa depan. Saya meyakini perubahan akan semakin cepat. Jadi satu-satunya hal yang pasti adalah perubahan harus dipercepat,'' kata Nadiem.

Sehingga, tutur Nadiem, kemampuan belajar dan kemauan itu adalah kompetensi terpenting dan punya karakter moralitas untuk terus memperbaikinya. ''Berdasar diskusi itulah mungkin Presiden berfikir bahwa passion saya di SDM,'' kata mantan CEO GoJek itu.

Kemudian, di bidang pekerjaanya, Nadiem juga melakukan inovasi, menciptakan suatu ruangan bekerja yang sifatnya inovatif.

Nadiem juga menyampaikan pesan Jokowi bahwa pendidikan di Indonesia memerlukan adanya lompatan. Untuk mencapai lompatan itu, Nadiem berujar, pasti ada kegagalan, tapi jika diam di tempat itu adalah kegagalan sebenarnya. ''Jadi harus maju,'' kata dia.

Sedangkan kenapa menerimanya, Nadiem menjelaskan bahwa ketika diberi amanah oleh presiden dirinya sadar bahwa alasannya adalah memajukan Indonesia sehingga bisa dikenal di panggung dunia. ''Itu alasan saya mendirikan perusahaan itu (GoJek). Belum 100 persen, tapi sudah sedikit berhasil untuk dihormati negara lain,'' ujar Nadiem.

Nadiem sadar dengan mendapatkan amanah itu, maka akan jauh lebih besar perannya untuk memajukan Indonesia. ''Karena apapun masalahnya kalau pemuda bisa menangani perubahan itu semua, masalah bisa ditangani sehingga untuk itu harus melalui generasi baru,'' tutur Nadiem.***

Editor : hasan b
Sumber : tempo.co
Kategori : Ragam

Loading...
www www