Loading...    
           

Rampok Gerai Alfamart dan Paksa Karyawati Buka Baju, Pelaku Ditembak Mati

Rampok Gerai Alfamart dan Paksa Karyawati Buka Baju, Pelaku Ditembak Mati
Ilustrasi tembakan. (poskotanews)
Senin, 02 September 2019 21:17 WIB
MEDAN - Polisi menembak Ricky Maulana Lubis (26) dan Dody Yolanda Lubis alias Dodi (40). Keduanya merupakan pelaku perampokan terhadap gerai Alfamart di Jalan Kapten Batu Sihombing, Laut Dendang, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut.

Dikutip dari merdeka.com, Ricky Maulana Lubis, warga Jalan Sei Bahorok, Medan, ditembak mati. Sedangkan Yolanda Lubis alias Dodi, warga Pasar 8 Marelan, ditembak pada bagian kaki.

Polisi juga meringkus Robert Manurung alias Robet (35), warga Jalan Veteran Helvetia, yang menadah barang kejahatan kedua pelaku. Mereka diringkus dalam operasi yang berlangsung di Marelan dan Jalan Setia Budi, Medan, sejak Jumat (30/9).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan Ricky merupakan residivis kasus perampokan serupa dan begal atau kejahatan jalanan.

''Saat tim melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti di daerah Pasar V Tembung, tersangka Ricky berusaha merebut senjata petugas, sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak ke arah dada tersangka. Dia langsung dibawa ke RS Bhayangkara Medan, namun pada saat di perjalanan nyawanya tidak dapat tertolong lagi,'' kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto di RS Bhayangkara Medan, Senin (2/9).

Perampokan dengan modus awal pura-pura menjadi pembeli ini terjadi pada Minggu (28/4) sekitar pukul 09.03 WIB. Saat itu dua perampok bersenjata tajam merampas lebih Rp17 juta dari meja kasir. Mereka juga sempat memaksa dua perempuan, yang merupakan pegawai di gerai itu untuk membuka baju.

Saat perampokan terjadi, kondisi gerai sedang sepi. Ketika itu memang hari Minggu dan kampus di depan seberang gerai sedang libur. Sementara warga perumahan di belakang tak banyak keluar, karena sedang hujan gerimis.

Awalnya kedua pelaku yang mengenakan helm masuk dan berlagak seperti pembeli. Sementara dua pegawai yang berinisial RA (24), warga Tanjung Morawa, dan Mn (20), warga Bandar Setia, tengah merapikan barang. Saat mereka menuju pintu untuk melakukan pengawasan, tiba-tiba kedua pelaku menodongkan senjata tajam.

''Aku dicekik sambil ditodong dengan parang daging. Saya juga sampai diseret-seret, jilbab sampai terlepas," kata Mn di RS Bhayangkara Medan, Senin (2/9).

Saat salah satu dari pelaku menodongkan senjata tajam, temannya mengambil uang tunai Rp17.984.000. Mereka juga merampas 2 unit Hp serta satu dompet berisikan uang Rp 500.000, KTP dan kartu ATM milik korban.

Selanjutnya kedua korban disekap di dalam salah satu ruangan. Mereka sebelumnya juga dipaksa menanggalkan baju seragam hingga hanya mengenakan pakaian dalam. ''Mungkin supaya kami malu dan tidak berani keluar untuk mengejar,'' imbuh RA.

Kedua pelaku kemudian pergi meninggalkan lokasi. Sekitar 10 menit berselang, ada pembeli yang datang dan curiga melihat kondisi gerai itu kosong. Dia pun menghubungi warga sekitar setelah mendengar teriakan dari arah belakang. Mereka pun menolong kedua korban.

Kejadian itu membuat RA trauma. Apalagi ketika itu dia baru 3 bulan melahirkan. ''Saya akhirnya mengundurkan diri. Soalnya setelah kejadian itu, setiap ada customer pakai helm, saya langsung terkejut dan ketakutan, kadang masuk ke bawah kasir. Itu membuat saya tidak nyaman saat bekerja,'' ucapnya.***

Editor:hasan b b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

Loading...
wwwwww