Loading...    
           

Pohon Sengon Jadi 'Tersangka' Padamnya Listrik di Jabodetabek

Pohon Sengon Jadi Tersangka Padamnya Listrik di Jabodetabek
Personel Tim Labfor Mabes Polri melakukan olah TKP peristiwa ledakan yang diduga akibat loncatan arus jaringan SUTET di Gunungpati, Selasa (6/8/2019). (republika.co.id)
Rabu, 07 Agustus 2019 07:56 WIB
JAKARTA - Padamnya listrik selama sembilan jam di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi) pada Senin (5/8), memunculkan berbagai spekulasi. Bahkan ada yang menduga disebabkan sabotase.

Namun dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim Polda Jawa Tengah, untuk sementara disimpulkan bahwa padamnya listrik tersebut disebabkan pohon sengon yang berada di bawah jaringan tegangan tinggi (SUTET).

Dikutip dari republika.co.id, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, tim dari Polda Jawa Tengah sudah diturunkan untuk menyelidiki penyebab pemadaman listrik massal. Polda Jateng ketika terjadi black out pada Ahad (4/8) mendatangi PLN UPT Ungaran.

Dedi menjelaskan, petugas Polda Jateng langsung berkomunikasi dengan beberapa petugas UPT Ungaran untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya listrik padam PLN. ''Dari hasil wawancara di kantor, sementara ini diduga karena faktor alam dan gangguan teknis di lapangan. Masih diduga karena harus melalui proses investigasi dari tim pusat,'' kata Dedi, Selasa (6/8).

Dari hasil keterangan yang diberikan petugas UPT Ungaran, menurut Dedi, tim langsung turun ke tempat kejadian perkara, tepatnya di menara transmisi 434 dan 435 untuk memasang garis polisi. Di tempat itu, yakni Desa Malon, Gunung Jati, didapati beberapa pohon yang sudah ditebang karena

Polisi kemudian mengonfirmasi kepada petugas. Petugas itu menyebutkan, salah satu faktor penyebabnya adalah pohon tersebut. Dia menyebutkan, batas maksimal tinggi pohon adalah 8,5 meter. Bila melebihi itu, akan terjadi lompatan listrik yang bisa mengganggu jalur transmisi tersebut.

Dedi menegaskan, kepolisian akan melanjutkan investigasi mendalam terkait kasus listrik padam tersebut. ''Tim pusat, baik dari Bareskrim maupun PLN, akan melakukan investigasi secara komprehensif. Masih butuh proses pendalaman,'' ujar Dedi menegaskan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, padamnya aliran listrik di Jabodetabek dan sebagian Jawa Barat, antara lain disebabkan korsleting pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di wilayah Gunungpati, Ungaran, Kabupaten Semarang. Berdasarkan hasil penyelidikan, menurut dia, kejadian berawal saat tiga pegawai PLN sedang melakukan pembersihan pohon yang berada di bawah jaringan SUTET wilayah Gunung Pati.

Pembersihan dilakukan dengan cara memotong dahan pohon yang terlalu tinggi mendekati jaringan SUTET. Salah satu dahan pohon yang dipotong adalah pohon albasia atau sengon. Ia menjelaskan, terjadi lompatan listrik saat dahan pohon itu dipotong. Bahkan, kotak jaringan atau terminal internet Indihome yang ada di dekat lokasi ikut terbakar. ''Kejadian itu, menyebabkan seorang pegawai PLN terluka,'' katanya.

Berdasarkan penyelidikan tersebut, kasus padamnya aliran listrik disebabkan oleh faktor alam. Bukan karena adanya unsur kesengajaan. ''Sejauh ini, kami tidak menemukan adanya unsur kesengajaan. Apalagi sabotase,'' katanya.

Penyebab padamnya listrik terus didalami berbagai pemangku kepentingan terkait. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mulai melakukan investigasi.

Kementerian ESDM telah menerjunkan Tim Inspektur Ketenagalistrikan untuk melakukan penyelidikan dan menginvestigasi penyebab terjadinya pemadaman. ''Tim tersebut sudah ada di lapangan untuk melakukan penyelidikan mencari penyebab pasti terjadinya pemadaman, pokoknya cari tahu apa penyebabnya,'' ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, di Jakarta, Selasa.

Hasil investigasi tersebut akan ditindaklanjuti oleh Kementerian ESDM kepada bagian penyiapan program untuk dilakukan perbaikan agar pelayanan kepada pelanggan oleh PT PLN (Persero) menjadi lebih baik. ''Tujuan dikirimkannya tim tersebut bukan untuk mencari kesalahan siapa-siapa, melainkan untuk ke depannya seperti apa diaturnya,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

Loading...
wwwwww