Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
24 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
2
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
Lingkungan
13 jam yang lalu
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
3
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
23 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
4
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
20 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
5
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
22 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Pria Pemukul Mahasiswi Saat Shalat di Masjid Ditangkap Polisi, Mengaku Ini Alasannya

Pria Pemukul Mahasiswi Saat Shalat di Masjid Ditangkap Polisi, Mengaku Ini Alasannya
Mahasiswi dipukul saat shalat di masjid. (tribunnews)
Kamis, 03 Januari 2019 10:03 WIB
SAMARINDA - Muhammad Juhairi, pria yang diduga pelaku pemukulan terhadap mahasiswi yang tengah shalat di Masjid Al Istiqomah, Jalan Pangeran Antasari, Samarinda Ulu, Jumat (28/12) lalu, berhasil ditangkap polisi.

Dikutip dari republika.co.id, tim gabungan Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, menangkap Muhammad Juhairi di rumahnya, di Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/1) sekitar pukul 14.00 WITA.

Setelah memukul korban, Muhammad Juhairi yang pernah bekerja sebagai mekanik di salah satu perusahaan tambang melarikan diri ke Kota Balikpapan dan Sangatta, Kutai Timur. Juhairi mengaku nekat memukul korban pada saat shalat dzuhur lantaran berniat untuk mengambil tas korban.

''Saya lapar Pak, saya ingin mengambil tasnya karena belum makan. Kalau ada uangnya, saya hanya ingin mengambil Rp 15 ribu atau Rp 20 ribu untuk makan saja,'' kata Juhairi di Kantor Polresta Samarinda.

Usai memukul korban, Juhairi mengaku langsung melarikan diri ke sejumlah daerah, di antaranya Balikpapan, Bontang, dan Kutai Timur. "Saya sempat pulang ke rumah di Sanga-Sanga, lalu pinjam motor tetangga, kemudian saya pergi ke Balikpapan, Bontang dan Kutim," ucapnya.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono mengatakan bahwa kejadian ini merupakan kasus penganiayaan murni dan pelaku akan dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Menurut dia, Juhairi sudah tiga hari berada di masjid Jalan Antasari. Keberadaan pelaku di sana untuk mencari pekerjaan.

Dua hari sebelum kejadian, Juhairi kehabisan uang. Pelaku berencana mengambil tas korban.

Saat ini, kata Sudarsono, pelaku telah diamankan di Polresta Samarinda untuk penyidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, beredar luas rekaman closed circuit television (CCTV) di media sosial kejadian seorang wanita sedang menunaikan shalat dan tiba-tiba dipukul oleh seorang laki-laki dengan balok kayu dari belakang.

Wanita tersebut terlihat sempat terjatuh, kemudian berusaha bangun. Namun, pelaku menghantam kembali mengunakan balok.

Tayangan CCTV tersebut ternyata di Masjid Al Istiqomah, Jalan Pangeran Antasari, Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Jumat siang (28/12). Wanita yang menjadi korban adalah Merrisa Ayu Ningrum, mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Samarinda.

Pelaku bernama Muhammad Juhairi, warga Sanga-Sanga, Kukar. Pelaku sempat tinggal beberapa hari di masjid tersebut dengan dalih sebagai musafir.***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Ragam

Loading...
www www