Kata Wakil Ketua DK PAN, Amien Rais Didesak Mundur oleh Pendiri karena Dukung Prabowo

Kata Wakil Ketua DK PAN, Amien Rais Didesak Mundur oleh Pendiri karena Dukung Prabowo
Amien Rais. (viva.co.id)
Rabu, 26 Desember 2018 17:34 WIB
JAKARTA - Lima penggagas dan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), yakni Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toeti Heraty dan Zumrotin, mengirim surat terbuka, yang isinya mendesak Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengundurkan diri.

Dikutip dari kumparan.com, merespons surat terbuka lima penggagas dan pendiri PAN itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo, membuat surat balasan terbuka untuk membela Amien Rais. Drajad menduga desakan para pendiri PAN itu karena urusan beda sikap terkait pilihan capres-cawapres.

''Jika melihat 4 tuduhan pertama terhadap Pak Amien, saya meyakini surat itu tidak lepas dari dukungan Pak Amien dan PAN ke Mas Prabowo, bukan ke Pak Jokowi. Terus apa Pak Amien tidak boleh mendukung Prabowo?'' ucap Drajad dalam surat terbuka, Rabu (26/12).

Keputusan PAN mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 adalah hasil Rakernas 2018. Menurut Drajad, keputusan diambil berdasarkan mufakat seluruh pengurus. Meski, saat ini Amien sudah lebih dulu menunjukkan sikap mendukung Prabowo-Sandi.

''Jika ada pengaruh kuat Pak Amien dalam Rakernas, mengapa beliau berlima pengaruhnya tidak kuat juga di dalam PAN? Mengapa beliau berlima tidak menyuarakan aspirasi dalam Rakernas?'' tanya Drajad.

Politikus PAN yang juga pakar ekonomi itu, lalu merinci 4 tuduhan yang membuat Amien didesak mundur. Pertama soal Amien dituduh sering bermanuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip PAN. Amien dianggap eksklusif dan tidak terbuka.

Hasibuan, anak Albert Hasibuan (pendiri PAN yang desak Amien mundur). Dalam Pileg 2014 suara Bara adalah 17.672 suara. Bara tidak lolos ke Senayan. Yang terpilih adalah Yasti Soepredjo Mokoagow dengan suara 112.758, yang lalu dikoreksi menjadi 103.801 suara.

Yasti lalu mundur untuk menjadi Bupati Bolmon. Posisinya diganti Bara. Yasti beragama Islam, sebagian besar pemilihnya adalah muslim dari Kabupaten Bolmong. Bara bergama Kristen, tapi hanya belasan ribu umat Kristiani Sulut yang memilih dia.

''Faktanya, pergantian Yasti ke Bara mulus-mulus saja di PAN. Tidak ada isu agama apapun. Padahal, kursi Bara itu berasal dari puluhan ribu, bahkan mungkin lebih 100 ribu suara Muslim. Pak Amien dan bang Zulkifli Hasan sangat mendukung,'' bebernya.

''Jika Pak Amien dan PAN tidak inklusif, tidak terbuka, tidak menghormati persamaan hak warga negara dan hak anggota PAN, apa mungkin pergantian ini mulus? Kurang inklusif bagaimana pak Amien dan PAN?'' imbuh Drajad.

Kemudian tuduhan Amien destruktif bagi PAN. Dalam Pileg 2014 kursi suara PAN naik. Itu tidak lepas dari kerja bang Hatta sebagai Ketum, semua kader dan manuver politik Amien.

''Soal tuntutan mundur, posisi dan peran Amien itu selalu 'jelas dan tuntas' dalam Kongres, forum tertinggi PAN. Apakah bapak/ibu berlima hendak mengajari yuniornya untuk tidak taat kepada keputusan Kongres?'' pungkasnya.

Sudah Lama Tak Aktif

Sekjen PAN Eddy Soeparno menyebut kelima pendiri PAN yang membuat surat itu sudah lama tidak aktif.

''Mereka pendiri PAN yang sudah lama tidak aktif dan tidak punya akar di partai,'' kata Eddy saat dimintai konfirmasi, Rabu (26/12/2018).

Para pendiri dan penggagas PAN yang menulis surat itu adalah Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toeti Heraty, dan Zumrotin. Goenawan Mohamad telah membenarkan surat itu ditandatangani dirinya bersama empat rekan lain.

Eddy menyebut kelima nama itu jelas mendukung capres-cawapres yang tidak diusung PAN. Karena itu, lanjut dia, surat terbuka Goenawan Mohamad dkk akan diabaikan.

''Selain daripada itu, mereka adalah pendukung paslon yang tidak diusung oleh DPP PAN. Saya pribadi akan mengabaikan imbauan mereka,'' tuturnya.

Meski demikian, ia mengaku menghormati posisi Goenawan Mohamad dkk selaku pendiri PAN. Namun Eddy juga meminta mereka menghormati PAN yang mendukung Amien.

''Kami menghormati posisi mereka yang menulis surat tersebut, tapi kita meminta mereka menghormati posisi kami di DPP PAN yang solid mendukung Pak Amien Rais, terkait posisi dan pandangan politiknya,'' kata Eddy.

Selain itu, Eddy menegaskan PAN solid. Ia membantah ada perpecahan di tubuh partai. Eddy meminta kader PAN tak memperkeruh suasana.

''Kita meminta seluruh pihak di internal PAN maupun mereka yang memiliki keterkaitan dengan PAN untuk menjaga keutuhan partai dan tidak membuat suasana keruh, sehingga timbul persepsi bahwa PAN rapuh di dalam,'' tegas dia.

Amien didesak mundur karena manuver-manuver politiknya dinilai melenceng dari prinsip saat awal PAN didirikan. Goenawan Mohamad dkk mengaku telah memerhatikan kiprah Amien bersama PAN ataupun secara personal.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww