Malaysia Minta Indonesia Bantu Cari Jamal Yunos, Diduga Kabur ke Karimun

Malaysia Minta Indonesia Bantu Cari Jamal Yunos, Diduga Kabur ke Karimun
Jamal Yunos, Ketua Pemuda UMNO Sungai Besar yang juga pemimpin ''Red Shirts'' yang diburu polisi Malaysia. (sindonews)
Jum'at, 01 Juni 2018 10:28 WIB
KUALA LUMPUR - Ketua Pemuda UMNO cabang Sungai Besar yang dikenal sebagai pemimpin ''Red Shirts'' Malaysia, Datuk Seri Jamal Yunos, tengah diburu kepolisian Malaysia.

Dikutip dari sindonews.com, Jamal diduga kabur ke Karimun, Kepulauan Riau. Karena itu, Menteri Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Mohd Yassin meminta bantuan pihak berwenang Indonesia untuk melacak keberadaan Jamal Yunos.

Muhyiddin mengatakan Jamal akan menghadapi proses hukum jika terbukti bersalah atas pelanggaran yang dituduhkan kepadanya.

Red Shirts (Baju Merah) merupakan kelompok yang menentang gerakan ''Bersih 5'', salah satu gerakan yang menyuarakan protes besar-besaran terhadap pemerintah Perdana Menteri Najib Razak pada November 2016.

''Saya telah meminta (Kepala Polisi Malaysia) Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohamad Fuzi Harun untuk mendapatkan dia,'' kata Muhyiddin, Kamis (31/5/2018).

Muhyiddin memastikan Jamal tidak akan dianiaya di tahanan polisi jika telah tertangkap. ''Perlindungan apa yang harus diberikan? Dia tahu bahwa dia telah melakukan pelanggaran, lalu dia melarikan diri,'' katanya, seperti dikutip The Star, Jumat (1/6/2018).

Jamal menghadapi tiga kasus, namun, polisi menyatakan bahwa dia juga sedang diselidiki untuk enam kasus lainnya.

''Untuk saat ini, ada enam kasus yang sedang diselidiki, serta tiga lainnya berdasarkan tuduhan yang diajukan di Rumah Sakit Ampang Puteri pada 25 Mei,'' kata Kepala Polisi Selangor, SAC Fadzil Ahmat.

Menurut sebuah laporan, Jamal telah melarikan diri pada 27 Mei 2018 ke Pulau Karimun, sebuah pulau di Indonesia. Namun, kebenaran dari laporan itu belum bisa diverifikasi. Fadzil menolak untuk mengonfirmasi laporan tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda
GoSumbar.com Orangutan dan Bayinya Disiksa Secara Keji di Aceh, 74 Peluru Bersarang di Tubuh dan Matanya
GoSumbar.com Caleg di Pasaman Barat Cabuli Putri Kandung Sejak Umur 9 Hingga 17 Tahun, Begini Terungkapnya
GoSumbar.com 52 Warga Watu Bonang Mengungsi ke Ponpes, Ternyata Ini Identitas Pria yang Sebar Isu Kiamat Sudah Dekat
GoSumbar.com Yakin Kiamat Sudah Dekat, 52 Warga Desa Watubonang Eksodus ke Ponpes di Malang
GoSumbar.com Tolak Menyerah, Istri Terduga Teroris di Sibolga Nekat Ledakkan Diri
GoSumbar.com Warga Sibolga Kembali Dikejutkan 2 Ledakan Bom Rabu Dini Hari
GoSumbar.com 7 Jam Dikepung, Istri Terduga Teroris di Sibolga Tak Juga Menyerah, Bertahan dalam Rumah bersama Anaknya
GoSumbar.com Prabowo Pukul Tangan Pengawalnya karena Dorong Emak-emak dengan Kasar
GoSumbar.com Bantah Klaim Menkumham, Mahathir Sebut Pembebasan Siti Aisyah Bukan Hasil Lobi Pemerintah Indonesia
GoSumbar.com Patuhi Larangan Kemenhub, Garuda Indonesia Stop Operasikan Boeing 737 Max 8
GoSumbar.com Lieus Sebut Polisi Persulit Perizinan Konser Hadapi dengan Senyuman Ahmad Dhani
GoSumbar.com Safari Politik 3 Hari di Sumut, Maruf Amin Klaim Sukses Rebut Suara Prabowo
GoSumbar.com Pasca Jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines, China Larang Operasikan Boeing 737 MAX 8
GoSumbar.com Beredar Kabar Pesawat Prabowo Dilarang Mendarat di Banjarmasin, Angkasa Pura I Membantah
GoSumbar.com Hakim Bebaskan Siti Aisyah dari Dakwaan Membunuh Kim Jong Nam
GoSumbar.com WNI yang Jadi Korban Ethiopian Airlines Seorang Wanita yang Bekerja untuk World WFP PBB
GoSumbar.com Jenis Ethiopian Airlines yang Jatuh Sama dengan Lion Air, Kemenhub Diminta Awasi Ketat Boeing 737 Max 8
wwwwww