Ditangkap Densus 88 dan Dibebaskan Setelah 7 Hari Ditahan, Budi Sinaga Mengaku Mendapatkan Kekerasan

Ditangkap Densus 88 dan Dibebaskan Setelah 7 Hari Ditahan, Budi Sinaga Mengaku Mendapatkan Kekerasan
Budi yang sempat ditahan Densus 88 karena dituduh teroris. (okezone.com)
Selasa, 22 Mei 2018 17:21 WIB
MEDAN - Setelah ditangkap aparat Detasemen Khusus (Sensus) 88 Anti-Teror dan ditahan di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Polda Sumatera Utara (Sumut) selama tujuh hari, Budi Sinaga (34), akhirnya dibebaskan.

Dikutip dari okezone.com, warga Kota Tanjung Balai, Sumut itu ditangkap dan ditahan karena dituduh terlibat aksi terorisme.

Budi dibebaskan dengan diantar langsung oleh beberapa petugas kepolisian dari Medan ke rumahnya di Beting Kuala Kapias, Teluk Nibung, Tanjung Balai pada Senin (21/5/2018) malam. Budi dibebaskan sendiri, sementara dua saudaranya, Syaiful Sinaga dan Beni Sinaga belum dipulangkan. Begitu pula dengan Julian, tetangga mereka.

Syaiful dan Beni mengalami luka tembak setelah diterjang timah panas petugas pada saat penangkapan Senin 15 Mei 2018 lalu. Mereka kini masih dirawat di RS Bhayangkara Medan. Syaiful dikabarkan dalam kondisi kritis. Budi mengaku mendapat tindak kekerasan selama penangkapan dan penahanan.

''Polisi mengaku mereka menangkap saya karena saya diduga melakukan tindak kriminal, yakni membuat bom untuk aksi terorisme,'' kata Budi, Selasa (22/5/2018).

Padahal Budi sama sekali tidak terlibat dengan kelompok teroris mana pun. Hal itu belakang terbukti hingga Polisi membebaskannya.

''Setelah ditahan 7x24 saya tidak terbukti membuat bom, sehingga saya dilepaskan. Saya ingin nama saya dibersihkan,'' katanya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi elektronik ini memang aktif dalam pengajian. Stigma di masyarakat, membuat warga sempat percaya dia telibat jaringan teroris, setelah diamankan Densus 88.

Anggapan sebaliknya terjadi pada saudara Budi, Beni. Setelah penangkapan, warga tak percaya jika pengemudi becak itu teroris. Lagi-lagi karena stigma, pria ini disebutkan tak aktif di pengajian seperti adiknya, dan kadang dia bercelana pendek, serta gemar main kartu.

Beni dan Syaiful, terutama Syaiful, sempat dikabarkan meninggal dunia ditembak polisi. Video keduanya terkapar di Jalan Yos Sudarso, Beting Kuala Kapias, Tanjung Balai, beredar di media sosial.

Beni dan Syaiful pun dikaitkan dengan informasi yang dituangkan pada akun instagram resmi Polda Sumut. Pada grafis yang diunggah akun itu tertera bahwa 2 orang tewas dalam penangkapan di Tanjung Balai, pekan lalu. Tidak diinformasikan siapa yang tewas, karena Beni dan Syaiful masih menjalani perawatan.

Pada grafis yang diunggah di akun itu disebutkan Densus 88 berhasil menangkap 3 terduga teroris di Tanjung Balai. Tertera pula penangkapan itu diwarnai baku tembak. Dua orang terduga teroris disebutkan tewas karena melawan, sedangkan salah satunya ditembak pada bagian kaki dan diamankan.

Tertera pula kutipan dari Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw yang membeberkan, ''Penangkapan dilakukan pada hari ini pada Selasa 15 Mei 2018. Penangkapan pertama dilakukan kepada terduga teroris atas nama Dodi di Tanjung Balai. Penangkapan kedua terjadi pada pukul 12.00 WIB terhadap terduga teroris atas nama Agus Setiawan Sirait di Jalan Yos Sudarso, Teluk Nibung. Sedangkan penangkapan ketiga atas nama Hendra di dekat RSUD dr Tengku Masyhur, Sumatera Utara.''

Seperti halnya setelah penangkapan, Polda Sumut enggan berkomentar soal pembebasan Budi. Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengaku tidak tahu informasi itu.

''Jadi kami tidak tahu tentang informasi tersebut. Kami juga mengetahuinya juga dari media, berhubung penindakan tersebut yang melakukan adalah Densus 88 berkenan konfirmasinya ke Densus 88 atau Mabes Polri,'' terang Tatan.

Sejak awal penangkapan yang dilakukan Densus 88 bersama Polda Sumut di Tanjung Balai dan lokasi lainnya di Sumut, pihak Polda Sumut tak pernah memberi informasi resmi kepada wartawan. Hanya Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengisyaratkan adanya penangkapan di Tanjung Balai.

Dari rentetan informasi yang beredar terdapat sejumlah nama yang muncul dari penangkapan di Tanjung Balai ini. Selain Budi, Beni, Syaiful, dan Julian, juga ada nama Dodi, Agus Setiawan Sirait, dan Hendra.

Siapa saja atau jumlah pasti yang diamankan dan diduga terlibat dalam aksi terorisme belum dijelaskan pejabat terkait, sehingga ada kekhawatiran muncul kesimpangsiuran informasi. ***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww