Keterlaluan, Disdik Sengaja Berikan Amplop Kosong kepada 5 Siswa Juara Olimpiade Sain, di Luarnya Bertuliskan Rp500.000

Keterlaluan, Disdik Sengaja Berikan Amplop Kosong kepada 5 Siswa Juara Olimpiade Sain, di Luarnya Bertuliskan Rp500.000
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid. (tribunnews.com)
Senin, 07 Mei 2018 11:08 WIB
NUNUKAN - Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei tahun 2017 lalu, dua siswa SD dan 3 siswa SMP yang menjadi juara Olimpiade Sain Nasional (OSN) menerima amplop kosong dari Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan. Anehnya, di luar amplop kosong itu bertuliskan Rp500.000.

Meski sudah setahun berlalu, kasus amplop kosong yang diterima para siswa berprestasi itu belum juga terselesaikan. Karena menganggap tak ada niat baik dari pihak Disdik Nunukan menyelesaikan kejadian memalukan itu, keluarga dari salah seorang siswa penerima amplop kosong menginformasikannya ke publik melalui media sosial.

Dikutip dari tribunnews.com, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid menyesalkan sikap bawahannya di Disdik Nunukan yang tidak melaporkan kejadian tersebut kepada dirinya.

''Ini mencoreng nama pemerintah, apa lagi ini anak berprestasi yang dibegitukan,'' ujarnya, Jumat (4/5/2018).

Asmin Laura Hafid menambahkan, kasus amplop kosong yang diberikan kepada salah satu siswa SD berawal dari pemotongan anggaran Dinas Pendidikan yang dilakukan oleh tim anggaran pemeritah daerah tanpa melaporkan hal tersebut kepada Bupati Nunukan.

Dia mengaku saat ini telah memberikan surat peringatan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan kasus amplop kosong tersebut.

''Saya akan memberikan surat teguran kepada Dinas Pendidikan,'' imbuhnya.

Ditemui secara terpisah, Mansyur yang merupakan Kasie Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan mengaku jika ada 5 peserta OSN yang mendapat amplop kosong pada tahun 2017 lalu, 2 dari SD dan 3 siswa dari SMP.

Mansyur mengaku kasus amplop kosong telah dilaporkan kepada atasannya karena anggarannya dihapus tim anggaran pemerintah daerah.

''Saya sudah tidak tahu lagi karena bulan 10 (tahun 2017) saya itu dimutasi, jadi saya tidak mengurus lagi itu,'' ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Agus Setiansyah, warga Kabupaten Nunukan, mengeluhkan amplop kosong yang diterima adiknya belum cair hingga setahun sejak diberikan.

Sebagai juara 1 Olimpiade Sains tingkat Kabupaten Nunukan tahun 2017, pemerintah daerah memberikan uang pembinaan sebesar Rp500.000 saat upacara Hardiknas. Namun saat amplop dibuka isinya tidak ada alias kosong. Agus kemudian mengeluhkan soal amplop kosong tersebut ke media sosial.

Amplop Kosong

Sebelumnya, Agus Setiansyah mengaku bingung, adiknya yang meraih juara 1 Olimpiade Sains tingkat Kabupaten Nunukan 2017 hanya mendapat amplop kosong dari pemerintah kabupaten. Padahal di luar amplop tertulis uang pembinaan sebesar Rp500.000.

''Setahun lalu setelah upacara Hardiknas adik saya terima penghargaan sebagai juara 1 Olimpiade dapat reward. Dapat amplop di tulisan Rp 500.000. Pas dibuka kosong,'' ujarnya, Rabu (2/5/2018) malam.

Karena amplop dalam keadaan kosong, Agus langsung menghubungi Abdi Mansyur yang membidangi SD dan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan.

Sayangnya karena anggaran pemerintah daerah kosong, adiknya belum bisa menerima uang pembinaan tersebut.

Beberapa bulan kemudian, Dinas Pendidikan kembali meminta Agus memfoto kopi rekening atas nama adiknya dengan janji uang tersebut akan cair.

''Sampai akhir tahun 2017 juga belum cair. Kita cek di bank juga tidak ada,'' imbuhnya.

Hingga Rabu (2/5/2018) pagi, Agus kembali mengecek nomor rekening adiknya.

Ia berharap uang pembinaan dari Pemkab Nunukan sudah cair mengingat hari itu merupakan Hari Pendidikan Nasional.

Sayangnya, uang yang diharapkan tak kunjung cair. Akhirnya Agus memilih memosting keluhannya di media sosial Facebook.

''Sebelum posting di media sosial, saya cek lagi rekening adik saya, tapi tetap tidak ada uang masuk,'' ucap Agus.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan Jaya Martom mengaku masih menelusuri permasalahan amplop kosong tersebut.

Baginya, amplop kosong tersebut merupakan kado pahit di Hardiknas tahun lalu.

Saat ini pihaknya masih akan memanggil dan melakukan klarifikasi dengan Mansyur. ''Kita tunggu Mansyur dulu. Saat itu Mansyur sebagai kasie sekaligus PPK-nya,'' ucapnya.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww