Inspiratif, Guru SD Belikan Sepatu untuk 55 Muridnya yang Miskin dan Yatim

Inspiratif, Guru SD Belikan Sepatu untuk 55 Muridnya yang Miskin dan Yatim
Mohammad Saleh membuatkan gambar ukuran sepatu para siswanya yang akan dibelikannya. (dream)
Minggu, 22 April 2018 10:02 WIB
KUALA LUMPUR - Apa yang dilakukan guru salah satu sekolah dasar (SD) di Malaysia ini patut dijadikan teladan. Sekaligus merupakan sindiran terhadap para guru yang suka melakukan pungutan terhadap siswanya dengan beragam modus.

Dikutip dari dream.co.id yang merilis mynewshub.cc, Mohd Fadli Salleh, guru SD di di Gombak, Selangor ini membelikan 55 pasang sepatu untuk muridnya yang bernasib kurang baik.

Fadli membuat keputusan setelah melakukan pemeriksaan di kelas pada Selasa lalu. Dia melihat sebanyak 47 murid mengenakan sepatu yang sudah usang. Sebagian bahkan ada yang sudah jebol di sana sini.

Melihat kenyataan tersebut, Fadli brinisiatif membelikan mereka sepatu baru. Setiap sepatu siswa yang rusak diambil dan digambar di atas kertas mengikuti bentuk tapak sepatu untuk mendapatkan ukuran yang benar.

Melalui akun Facebook, Fadli menjelaskan soal dana yang digunakan untuk belanja sepatu siswa. Dia mengatakan, semua pengeluaran untuk pembelian sepatu dibantu melalui donasi ''Dana Kami'' yang dikirim oleh teman-temannya.

Sebuah toko sepatu merek terkenal kemudian dipilih untuk menjadi tempat pembelian sepatu siswanya. Karena banyaknya barang yang dibeli, toko sepatu berukuran kecil itu sampai tutup karena kehabisan stok.

''Toko sepatu yang dekat supermarket di Ong Tai Kim sampai tutup. Saya membeli 55 pasang sepatu untuk siswa miskin, anak yatim, dan murid yang sepatunya jebol,'' tulis Fadli di halaman Facebook.

''Karyawan toko sampai banjir keringat karena harus mencari ukuran yang pas untuk 55 pasang sepatu. Harus ambil 3 model karena mereka tidak memiliki stok jika membeli satu model saja,'' tambah dia.

Aksi mulia yang ditunjukkan oleh Fadli mendapat pujian dan ucapan terima kasih dari warganet. Seorang warganet mengatakan, apa yang dilakukan Fadli bisa menjadi contoh guru-guru yang lain.

''Selain mengajar, seorang guru yang menjadi orang tua kedua di sekolah, harus mau berkorban untuk murid-muridnya,'' tulis warganet.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww