Syekh Ali Jaber: Demi Allah, Tak Ada Ulama Indonesia yang Khianati NKRI

Syekh Ali Jaber: Demi Allah, Tak Ada Ulama Indonesia yang Khianati NKRI
Syekh Ali Jaber. (republika.co.id)
Senin, 16 April 2018 11:21 WIB
BANDA ACEH - Tak ada ulama di Indonesia yang mengkhianati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Justru yang terjadi sebaliknya, para ulama berperan luar biasa dalam menjaga persatuan, sehingga Indonesia tetap utuh hingga saat ini.

Syekh Ali Jaber menegaskan hal itu di Hotel Kyriad, Banda Aceh, Senin (16/4). ''Ulama di Indonesia punya peranan yang luar biasa, ulama yang mempersatukan umat, ulama tahan masyarakat agar patuh pada negara. Demi Allah tak ada ulama Indonesia yang khianati negara. Itu ada di negara luar,'' kata Syekh Ali Jaber, seperti dikutip dari republika.co.id.

Ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi, yang sudah lama menjadi WNI ini menilik sejarah Indonesia saat memperjuangkan kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia berhasil direbut karena perjuangan para ulama, termasuk dalam mengusir bangsa kolonial.

Semua rakyat turut turun ke medan peperangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan setelah adanya imbauan dari ulama. Satu yang paling terkenal adalah imbauan melalu Resolusi Jihad yang dikeluarkan ulama besar Jawa Timur Kiyai Haji Hasyim Asyari.

Syekh Jaber meyakini ulama Indonesia masa sekarang belajar dari ulama di masa lalu sehingga ia ingin agar tak ada lagi penyebutan ulama anti-NKRI.

''Indonesia masih aman damai diberikan perlindungan jadi baldatun toyyibatun warobun gofur itu karena adanya ulama. Demi Allah kalau tak ada ulama, hancur negeri ini dari dulu. Belum tentu bisa merdeka. Kita harus tahu kalau rakyat kita keluar hadapi penjajah itu karena ulama,'' ujar Syekh Jaber

Syekh Jaber juga mengimbau kepada ulama agar senantiasa menjaga kesolidan umat Islam. Ulama harus terus menjaga persatuan umat agar bangsa Indonesia beranjak ke arah yang semakin maju.

''Ulama harus menjadi garda terdepan menjaga umat dari ancaman perpecahan. Sebab andai umat masih sibuk saling menjatuhkan, saling mengejek dan lain-lain Indonesia akan ketinggalan dari bangsa lain yang terus maju,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:reppublika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww