Harga Pertalite di Riau Lebih Mahal Dibanding di Papua

Harga Pertalite di Riau Lebih Mahal Dibanding di Papua
Ilustrasi. (sindonews)
Minggu, 25 Maret 2018 13:09 WIB
JAKARTA - Harga harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite kembali naik. Kenaikan pertalite Rp200 per liter ini berlaku mulai Sabtu (24/3/2018).

Dikutip dari sindonews.com, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengungkapkan, keputusan menaikkan harga pertalite disebabkan naiknya harga minyak dunia beberapa waktu belakangan.

Saat ini harga minyak mentah dunia berada di kisaran USD65 per barel.

''Iya hanya pertalite saja (yang naik). Karena harga minyak mentahnya juga naik,'' katanya kepada SINDOnews di Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Kenaikan harga jual BBM berkadar research octane number (RON) 90, sejatinya berbeda-beda di tiap daerah berkisar antara Rp150 hingga Rp200 per liter. ''Berbeda, tergantung PBBKB di tiap daerah,'' tandasnya.

Kenaikan harga pertalite terjadi merata di seluruh wilayah pemasaran di Indonesia.

Tercatat, harga pertalite di Daerah Istimewa Aceh naik dari Rp7.800 per liter menjadi Rp8.000 per liter.

Di DKI Jakarta, harga pertalite ditetapkan sebesar Rp7.800 per liter dari sebelumnya Rp7.600 per liter.

Di Papua, pertalite kini dibanderol Rp8.000 per liter dari Rp7.800 per liter.

Sementara di provinsi lainnya berkisar Rp 7.800 sampai Rp 8.150 per liter. Seperti di Provinsi Riau, Pertalite dibanderol menjadi Rp8.150 per liter, sedangkan harga Pertalite di provinsi Maluku sama dengan di Papua, menjadi Rp8.000 per liter.

Sebelumnya, pada 24 Februari, Pertamina menaikkan harga jual beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Racing dan Dexlite.

Pertamax kini dijual Rp 8.900 per liter atau naik Rp 300 per liter. Harga Pertamax Turbo juga naik Rp 500 per liter dari sebelumnya Rp 9.600 menjadi Rp10.100.***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww