Bripka Fer Gerebek Kapolsek dan Istrinya di Rumah Kontrakan

Bripka Fer Gerebek Kapolsek dan Istrinya di Rumah Kontrakan
Ilustrasi selingkuh. (int)
Rabu, 07 Maret 2018 17:30 WIB
BANDAR LAMPUNG - Kapolsek Kalirejo, AKP Ed, dilaporkan anak buahnya Bripka Fer ke Direktorat Propam Polda Lampung dengan dua tuduhan, yakni menyelingkuhi istrinya dan melakukan penganiayaan.

Direktorat Propam Polda Lampung bergerak cepat menangani laporan anggota polisi yang bertugas di Polsek Kalirejo, Lamteng tersebut.

Dikutip dari tribunnews.com, saat dihubungi via seluler, Bripka Fer mengaku sudah curiga dengan perilaku istrinya, VK, yang bekerja di Disdukcapil Pemkab Pringsewu, beberapa waktu terakhir.

Kecurigaan dia bertambah setelah menemukan percakapan VK dengan APK Ed via aplikasi WhatsApp (WA).

Fer akhirnya melakukan pengintaian selama dua jam, pukul 17.30 sampai 19.30 WIB, di rumah kontrakan AKP Ed pada Senin (5/3) sore.

Kecurigaan Fer terbukti. Ia melihat langsung VK keluar dari rumah kontrakan AKP Ed, yang tak lain adalah atasannya di Polsek Kalirejo.

''Iya, saya lihat langsung (istrinya dan Ed) keluar dari dalam rumah,'' kata Fer, Senin.

Menurut dia, sang istri keluar rumah terlebih dulu. Tak lama berselang, Ed menyusul keluar dari rumah.

Dian Fuadi (30), adik Bripka Fer, mengatakan, terbongkarnya dugaan perselingkuhan ini berawal saat Bripka Fer melihat mobil AKP Ed bergerak menuju ke rumah kontrakannya sekitar pukul 15.30 WIB.

Merasa penasaran, Bripka Fer akhirnya menyambangi rumah atasannya tersebut. ''Kakak saya (Bripka Fer) pakai motor dan ditaruh di tempat temannya,'' kata Dian di Mapolda Lampung, Selasa.

Bripka Fer kemudian melakukan pengintaian. Saat itu, sambung Dian, Bripka Fer sempat menelepon sang istri. Menurut dia, suara VK di telepon terdengar bergema.

Tapi, sambungan telepon kemudian dimatikan karena alasan shalat. Tak lama berselang, Bripka Fer menelepon ke AKP Ed, selaku atasannya di Polsek Kalirejo.

''Nah, ternyata saat ditelepon itu sama, suaranya menggema,'' ucapnya.

Sekitar dua jam kemudian, VK terlihat keluar dari rumah kontrakan oknum Kapolsek tersebut.

Saat itulah, Bripka meluapkan emosinya. Dian mengatakan, Bripka Fer sempat merekam momen saat VK naik ke mobil AKP Ed.

''Jadi saat akan naik mobil, ditarik keluar dan direkam pakai kamera HP. Nah, saat direkam itu Ed sempat memukul dan membanting hp,'' katanya.

Menurut Dian, VK saat itu beralasan pamit kerja untuk pencetakan e-KTP di Pagelaran. Tak dinyana, VK justru pergi ke rumah kontrakan AKP Ed.

''Gak tahunya malah berduaan dengan atasan kakak saya,'' cetus Dian.

Atas kejadian itulah, lanjut Dian, Bripka Ferry membuat dua laporan ke Polres Lamteng dan Direktorat Propam Polda Lampung.

''Kami laporkan dua kasus, yaitu penganiayan dan perselingkuhan,'' ujarnya.

Sedang Diproses

Kabid Propam Polda Lampung, Kombes Hendra Supriatna, membenarkan adanya laporan dugaan perselingkuhan antara oknum Kapolsek Kalirejo dengan istri dari bawahannya.

''Kasus ini sedang kita tangani dengan tegas dan jelas,'' kata Hendra, Selasa sore.

Ia memastikan penanganan kasus tersebut tetap sesuai prosedur dan tingkat kesalahan. ''Akan kita tangani dengan jelas, sesuai aturan dan prosedur,'' kata dia.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Sulistyanigsih, mengatakan, sampai saat ini belum mendapatkan informasi dan keterangan resmi.

Namun, jika ada laporan maka akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

''Saya belum dapat keterangan resmi, dan jelas, tapi kalau benar ada laporan pasti kasus akan ditangani secara profesional. Kita tunggu saja, kan sudah ditangani Propam,'' kata Sulistyaningsih.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Slamet Wahyudi, menyebutkan adanya laporan terkait dugaan perselingkuhan oknum jajarannya.

Menurut dia, saat ini masih dilakukan pendalaman perkara.

''Kalau terbukti (bersalah), kemungkinan (sanksi) terberat yang akan diterima adalah PDH (pemberhentian dengan hormat),'' terang Slamet.

''Tahu, Mas, ada ribut-ribut di situ (rumah kontrakan oknum polisi). Tapi saya cuma dengar aja, dan tidak tahu detail apa yang diributkan. Cuma dengar saja,'' kata seorang warga yang enggan disebut namanya.

Pernyataan yang sama juga disampaikan warga lainnya dan aparatur kampung setempat. Namun, mereka juga enggan memberikan keterangan secara detail kepada awak media.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww