Karena tidak Sehat, 43.000 Koperasi di Indonesia Dibubarkan

Karena tidak Sehat, 43.000 Koperasi di Indonesia Dibubarkan
Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
Rabu, 31 Januari 2018 04:33 WIB
YOGYAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, pemerintah fokus melakukan peningkatan kualitas koperasi di Indonesia. Tujuannya agar koperasi yang ada benar-benar sehat. Dan saat ini sudah 43.000 koperasi dibubarkan.

Menurut dia, pembinaan koperasi lebih penting dari pada memiliki koperasi dalam jumlah yang banyak, namun tidak sehat. "Koperasi tidak perlu banyak tapi harus berkualitas. Kalau koperasi tidak baik akan dibubarkan," katanya saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UGM Yogyakarta, Selasa (30/1).

Berdasarkan data di Kementerian Koperasi dan UKM, ada sekitar 43.000 koperasi tidak sehat dan harus dibubarkan. Sedangkan koperasi sehat sebanyak 72.000 unit serta koperasi masih harus dibina sebanyak 75.000 unit.

Menurut Puspayoga, fokus pembinaan koperasi ini bagian dari kebijakan reformasi koperasi sekaligus jawaban atas permintaan Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar koperasi bisa semakin maju dan berperan dalam mendorong perekonomian Indonesia.

"Dalam waktu dua tahun sejak mulai diimplementasikan pada 2014 lalu, reorientasi ini sudah menunjukkan kemajuan signifikan," kata dia.

Terkait keberadaan koperasi, Puspayoga memuji KOPMA UGM yang dianggap sebagai contoh bagi koperasi-koperasi yang lain. Pemahaman mengenai koperasi perlu dimiliki mahasiswa karena koperasi memiliki fungi yang penting dalam menggerakkan perekonomian negara serta memeratakan kesejahteraan nasional.

Rektor UGM Yogyakarta Panut Mulyono mengatakan, keberadaan koperasi selaras dengan visi dan misi UGM yang mulai mengarahkan kepada pengembangan wirausaha. Di UGM ada dua koperasi besar, yakni KOPMA dan KOSUD untuk para karyawan.

Dia mendorong mahasiswa UGM terlibat dalam koperasi sebagai salah satu sarana mempelajari kompetensi manajemen dan kewirausahaan. "Ini bermanfaat dan membekali mereka dengan modal untuk menjalankan aktivitas bisnis selepas lulus," paparnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:akurat.co
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww