Hendak Tangkap Penjahat, Polisi di Padang Babak-belur Dikeroyok Warga

Hendak Tangkap Penjahat, Polisi di Padang Babak-belur Dikeroyok Warga
Ilustrasi pengeroyokan. (pkc)
Senin, 08 Januari 2018 14:41 WIB
PADANG - Nasib naas dialami Kanit Reskrim Polsek Pauh, Kota Padang, Sumbar, Ipda Syafwal (37). Syafwal babak-belur dikeroyok warga ketika bermaksud menangkap penjahat.

Akibat luka-luka yang dideritanya, Syafwal harus menjalani perawatan intensif di Semen Padang Hospital (SPH).

Peristiwa penganiayaan massa terhadap Syafwal terjadi di Jalan Wan Ketok Koto Parak RT 002 RW 002 Kanangan, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu pagi (7/1) pukul 02.30 WIB. Ketika itu di tempat kejadian peristiwa (TKP) sedang berlangsung acara musik pesta pernikahan.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, kejadian berawal saat Kanit Reskrim Polsek Pauh itu memimpin proses penangkapan bersama dua anggotanya Bripka Jumadi Rais (35) dan Brigadir Yongki Syahputra (31) terhadap pelaku penganiayaan. Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku atas nama Danil sedang berada di TKP.

Kanit Reskrim Ipda Syafwal bersama dua anggotanya langsung bergerak ke lokasi keberadaan pelaku di acara musik pesta pernikahan. Pukul 02.00 WIB, ketiga petugas kepolisian tersebut sampai di TKP untuk melakukan penangkapan.

Namun saat penangkapan dilakukan, salah seorang warga di TKP menyoraki Kanit Reskrim bersama anggotanya tersebut sebagai maling. Sontak sorakan itu memancing massa yang ramai mendatangi acara musik pesta pernikahan.

Massa yang terpancing langsung melakukan pengepungan hingga melakukan pengeroyokan terhadap Kanit Reskrim Polsek Pauh. Meski dua anggotanya telah mengaku sebagai polisi dan memberikan tembakan peringatan, massa tak mengindahkan.

Bripka Jumadi Rais dan Brigadir Yongki Syahputra berhasil berhasil kabur meski terus dikejar massa. Sedangkan Ipda Syafwal dikepung dan dikeroyok. Bahkan ada yang memukulnya menggunkan kayu.

Saat pengeroyokan terjadi Kanit Reskrim tersebut berhasil meloloskan diri ke area persawahan. Sedangkan dua anggotanya yang berhasil kabur dan melarikan diri ke Mapolsek Pauh langsung melaporkan kejadian itu kepada anggota lain.

Kemudian personel lainnya menyelamatkan Kanit Reskrim yang diketahui telah mengalami luka-luka di bagian tubuhnya hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Wakapolresta Padang, AKBP Tommy Bambang Irawan, membenarkan peristiwa pengeroyokan terhadap tiga anggotanya tersebut. Hingga kini, pihaknya telah membentuk tim dan melakukan penyelidikan terkait identitas warga yang menjadi pelaku pengeroyokan.

''Untuk jumlahnya berkemungkinan 30 orang dan saat ini masih kita selidiki dan melakukan pengejaran. Sedangkan pelaku penganiayaan (Danil) yang akan ditangkap pada saat itu juga kabur setelah massa melakukan pengeroyokan terhadap anggota," kata Wakapolresta Padang kepada wartawan.

Dijelaskannya, keberadaan pelaku penganiayaan atas nama Danil di pesta musik pernikahan pada saat itu karena memiliki hubungan pertemanan dengan salah satu mempelai. ''Kemudian diketahui keberadaannya di sana makanya anggota Polsek Pauh melakukan penangkapan, namun di TKP anggota malah dikatakan maling,'' cetusnya.

''Sedangkan Kanit Reskrim yang dianiaya menurut informasi yang saya dapat mengalami luka robek pada bagian kepala atas sebelah kiri, luka pada bagian mulut yang menyebabkan beberapa gigi patah hingga memar di sekujur tubuh,'' sambungnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww