Ancaman Trump Tak Mempan, Resolusi PBB Tolak Pengakuan AS atas Yerusalem, Didukung 128 Negara

Ancaman Trump Tak Mempan, Resolusi PBB Tolak Pengakuan AS atas Yerusalem, Didukung 128 Negara
Ilustrasi Sidang Umum PBB di New York. (republika.co.id)
Jum'at, 22 Desember 2017 09:49 WIB
JENEWA - PBB melakukan pemungutan suara sidang darurat Majelis Umum pada Kamis (21/12), terkait resolusi PBB terkait status Yerusalem. Sebanyak 128 negara anggota PBB menyatakan mendukung resolusi PBB tersebut. Dengan demikian, pengakuan sepihak AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel batal demi hukum.

Resolusi PBB itu dengan tegas menolak keputusan kontroversial yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember lalu.

Trump sebelumnya mengancam untuk memotong bantuan kepada anggota PBB yang memilih untuk menolak keputusannya tersebut. Namun tampaknya mereka tidak terpengaruh dengan ancaman Trump.

Sementara sebanyak 9 negara menentang resolusi dan 35 negara memilih abstain. Berikut adalah negara-negara anggota PBB yang mendukung, menentang, dan abstain dalam pemungutan suara di Majelis Umum terkait Yerusalem, dilansir di Aljazirah.

Berikut 128 negara anggota PBB yang mendukung resolusi:

 A: Afghanistan, Albania, Aljazair, Andorra, Angola, Armenia, Austria, Azerbaijan

B: Bahrain, Bangladesh, Barbados, Belarus, Belgia, Belize, Bolivia, Botswana, Brasil, Brunei, Bulgaria, Burkina Faso, Burundi

C: Cabo Verde, Kamboja, Chad, Cile, Cina, Komoro, Kongo, Kosta Rika, Pantai Gading, Kuba, Siprus,

D: Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara), Denmark, Djibouti, Dominika

E: Ekuador, Mesir, Eritrea, Estonia, Ethiopia

F: Finlandia, Perancis

G: Gabon, Gambia, Jerman, Ghana, Yunani, Grenada, Guinea, Guyana

I: Islandia, India, Indonesia, Iran, Irak, Irlandia, Italia

J: Jepang, Yordania

K: Kazakhstan, Kuwait, Kyrgyzstan

L: Laos, Lebanon, Liberia, Libya, Liechtenstein, Lituania, Luksemburg

M: Madagaskar, Malaysia, Maladewa, Mali, Malta, Mauritania, Mauritius, Monako, Montenegro, Maroko, Mozambik

N: Namibia, Nepal, Belanda, Selandia Baru, Nikaragua, Niger, Nigeria, Norwegia

O: Oman

P: Pakistan, Papua Nugini, Peru, Portugal

T: Qatar

R: Republik Korea (Korea Selatan), Rusia

S: Saint Vincent dan Grenadines, Arab Saudi, Senegal, Serbia, Seychelles, Singapura, Slowakia, Slovenia, Somalia, Afrika Selatan, Spanyol, Sri Lanka, Sudan, Suriname, Swedia, Swiss, Suriah

T: Tajikistan, Thailand, Mantan Yugoslavia Republik Makedonia, Tunisia, Turki

U: Uni Emirat Arab, Inggris, Republik Tanzania, Uruguay, Uzbekistan

V: Venezuela, Vietnam

Y: Yaman

Z: Zimbabwe

 Negara anggota PBB yang memilih menentang resolusi:

G: Guatemala

H: Honduras

I: Israel

M: Kepulauan Marshall, Mikronesia

N: Nauru

P: Palau

T: Togo

U: Amerika Serikat

 Negara anggota PBB yang abstain:

A: Antigua-Barbuda, Argentina, Australia

B: Bahama, Benin, Bhutan, Bosnia-Herzegovina

C: Kamerun, Kanada, Kolombia, Kroasia, Republik Ceko

D: Republik Dominika

E: Guinea Khatulistiwa

F: Fiji

H: Haiti, Hungaria

J: Jamaika

K: Kiribati

L: Latvia, Lesotho

M: Malawi, Meksiko

P: Panama, Paraguay, Filipina, Polandia

R: Rumania, Rwanda

S: Kepulauan Solomon, Sudan Selatan

T: Trinidad-Tobago, Tuvalu

U: Uganda

V: Vanuatu.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww