3.000 Muslim Dibunuh dalam 3 Hari di Myanmar, Suu Kyi Dinobatkan Jadi Tokoh Islamofobia Dunia

3.000 Muslim Dibunuh dalam 3 Hari di Myanmar, Suu Kyi Dinobatkan Jadi Tokoh Islamofobia Dunia
Aung San Suu Kyi. (dream)
Selasa, 28 November 2017 13:27 WIB
LONDON - Pembantaian terhadap ribuan umat Islam dan pengusiran ratusan ribu Muslim dari Rakhine, Myanmar, menjadi alasan utama menobatkan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, sebagai Tokoh Islamofobia Internasional 2017, yang diumumkan Minggu (26/11/2017).

Dikutip dari dream, yang juga mengutip dari Anadolu, kekejaman Suu Kyi terhadap etnis Muslim minoritas dinilai sangat mengerikan. Dia dinyatakan melampaui Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pemimpin Front Nasional yang merupakan partai sayap kanan Prancis, Marie Le pen, dan politisi sayap kanan Belanda dari Partai Kebebasan, Geert Wilders.

Menurut laporan Dewan Rohingya Eropa, antara 2.000 sampai 3.000 Muslim terbunuh di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dalam tiga hari. Selain itu, lebih dari 617.000 Muslim Rohingya harus mengungsi ke Bangladesh.

Penobatan ini merupakan agenda tahunan yang digelar oleh Komisi Hak Asasi Manusia Islam berbasis di London, Inggris.

Komisi ini beranggotakan banyak LSM dan para Muslim. Pengumuman diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran.

Untuk kawasan Inggris Raya, gelar Tokoh Islamofobia jatuh kepada Tommy Robinson. Robinson adalah pemimpin organisasi fasis English Defence League (DFL), yang memiliki pandangan anti-Islam.

Kandidat lainnya adalah presenter TV sekaligus kolomnis, Katie Hopkins; mantan pemimpin Partai Kemerdekaan Inggris, Nigel Farage; pendiri partai sayap kanan Partai Untuk Inggris (For Britain Party), Anne Marie Waters; dan Sekretaris Urusan Luar Negeri Inggris, Boris Johnson.

Fox News juga dinobatkan sebagai media Islamofobia 2017. Komisi Hak Asasi Manusia Islam merupakan lembaga independen, nirlaba, kampanye, penelitian dan advokasi, Lembaga ini berdiri sejak 1997.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww